Jakarta wartaindo.id Perubahan zaman yang terjadi, seperti di tahun 2018 dunia memasuki masa pandemi covid-19 yang meluluh lantakan perekonomian negara negara di dunia yang berdampak pada resesi ekonomi. Termasuk juga di negara Indonesia, memunculkan berbagai dampak permasalahan, semua itu lantaran bencana baik virus maupun perang Rusia lawan Ukraina.
Tentu saja akan timbul dampak dampak lain yang kadang kita tidak dapat menjangkau perkembangannya, yang dirasakan adalah permasalahan yang akan semakin berat .
Seperti yang telah disampaikan kepala negara Indonesia akan memasuki masa rawan resesi ekonomi, resesi politik yang dapat berujung pada konflik sosial di tahun 2023 -2024 karena memasuki tahun politik. Maka perlu antisipasi dini untuk mencegah timbulnya konflik masyarakat.
Dalam rangka mengantisipasi persoalan dampak baik resesi ekonomi maupun tahun politik yang ada indikasi kuat memainkan politik identitas tersebut, Eko Sriyanto Galgendu Ketua Umum Gerakan moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) didukung dua sosoknya lainnya Dr Hendrajit pengamat Geopolitik Internasional dan Prof Yudhi seorang akademisi terpanggil membangun Posko Negarawan.
Dengan berdirinya posko negarawan yang memiliki slogan hati garuda berjiwa putih ini meminta agar kehadirannya mampu berkontribusi baik pemikiran dan tenaga untuk terus melangkah serta maju kedepan.
Maka untuk start point Posko Negarawan didirikan pertama kali di jl H. Juanda Raya no : 4A Jakarta Pusat. Diresmikan 10 November 2022 sekaligus memperingati hari pahlawan. Dalam peresmian posko yang sekaligus peringatan hari pahlawan diisi dengan orasi serta pembacaan puisi serta musik. Posko Negarawan membawa semangat kemandirian serta pengabdian menjadi dasar jiwa yang menyatu. Kekuatan Api Jiwa Garuda Berhati Putih seiring bersama keinginan untuk : Jujur – Adil – Bijak.
Cakrawala pemikiran yang sudah lama ada dan mengendap di batin bangsa Indonesia tentang kehadiran tokoh negarawan akan mulai dilakukan di Posko Negarawan. Jiwa negarawan yang sebenarnya sudah ada disetiap anak bangsa akan digugah. Sehingga degup derak langkah negarawan akan lahir kembali pada bangsa Indonesia.
Posko negarawan adalah posko non partisan serta tidak untuk mendukung capres ataupun ber -afiliansi pada partai tertentu. Posko negarawan adalah posko independen, poros tengah.
Menurut Eko melalui bahwa fungsi Posko Negarawan antaranya tempat untuk bertemu untuk menggugah kesadaran serta terbangunnya jiwa negarawan, menyerukan kepada para tokoh politik supaya mempunyai dan mengedepankan jiwa negarawan, menjadi lokomotif penggerak degup, derak langkah para negarawan, menentang politik identitas yang tidak mendidik, saling membenci, saling mencemooh dan saling menghujat
Selanjutnya mengingatkan kepada para politikus dan pendukungnya bahwa kita adalah satu bangsa dan satu negara walaupun berbeda suku, agama dan pilihan politiknya. Menjaga situasi yang kondusif, aman dan damai di masyarakat, pengetuk hati negarawan kepada siapapun anak bangsa Indonesia. Membangun cakrawala berpikir kenegaraan yang luas serta tempat pengabdian masyarakat dan bhakti sosial.
Posko negarawan rencananya akan didirikan diberbagai daerah di Indonesia. Dipersilahkan bagi yang tergerak jiwa kenegaraannya dapat mendirikan Posko Negarawan serta bersatu, bersama dalam Satu Jiwa Bangsa dan Satu Jiwa Negara.