Wartaindo Jakarta Jenderal Pol. (Purn) Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol. (Purn) di depan panitia natal nasional (PNN) 2025 mengatakan siap mendukung panitia Natal Nasional 2025 agar berlangsung lancar dan sukses sesuai arahan Presiden Prabowo yaitu sederhana dan berdampak Jumat 19/12/2025 bertempat di Auditorium Grha PGI, Jl. Selemba Raya.
Di mana dalam rapat tersebut dihadiri panitia lengkap antara lain Ketua Umum Maruarar Sirait, Ketua Pelaksana Pdt. Dr. Jason Balompapueng , Raymond Simamora, Junivèrt Girsang dan jajaran kepanitian lainnya.
Di sana tampak hadir juga Wamendagri Ribka Haluk, Dirjen Bimas Kristen Dr. Jeani Marie Tulung, Dirjen Bimas Katolik Dr. Suparman, James Riady, perwakilan TNI dan Polri, Mufid GP Anshor dan lainnya.
Pada kesempatan itu, Tito Karnavian mengawali dengan mengatakan jujur hari ini ada banyak kegiatannya. Tapi tidak bisa menolak ketika dihubungi sahabatnya, Ara untuk hadir jam 8 dalam rapat ini memberikan pembekalan.
“Keinginan presiden sepertinya sudah jalan Tuhan. Penekanan dengan Natal sederhana itu sudah dari tiga bulan lalu diomongkan. Tadinya mau dilangsungkan di Stadion GBK tetapi sekarang di Tennis Indoor. Tanggal 5 November terjadi bencana, kalau natal diselenggarakan massive dan besar-besaran rasanya tidak pas. Jadi ini memang jalan Tuhan,” tuturnya.
Meski demikian, lanjut Tito, sama seperti disampaikam Ara dirayakan sederhana tapi impactnya luar biasa. Eks Kapolri ini tidak sungkan memuji kinerja kerja Menteri PKP itu.
“Jadi kerja Ara ini luar biasa berdampak. Ditugaskan bangun 3 juta tapi anggaran tidak segitu. Harus utak utik sana sini. Tapi hebat Ara punya jaringan luar biasa. Sehingga bisa dapat KUR dari BI dan Danantara sekitar 260 T. Rumah yang dibangun dibebaskan BPPTHI 5 persen NJOP. IMB sekarang PBG bebas, supaya harga murah terjangkau. Itu kerja keras luar biasa,” pujinya.
Kemudian kata Tito, Ara masih dikasih tugas membangun 2200 rumah di Papua, menurut mantan Kapolda Papua ini pasti tidak mudah membangun di sana karena bukan tantangan medan saja berat tapi juga masalah keamanan.
Di tengah-tengah penugasan dan kesibukannya padat, Ara masih ditugaskan memimpin Panitia Natal Nasional 2025.
“Saya kira ini berat. Makanya kita harus bantu-bantu ringankan beban beliau. Ibu Wamendagri ayo bantu-bantu juga dan ikut mengawasi,” ujar Tito sembari menengok ke arah Ribka Haluk.
Pada kesempatan itu, Tito juga menjelaskan kondisi Aceh, Sumut dan Sumbar pasca banjir bandang. Sumatera Barat tercover baik jalan lintas terhubung. Sumut masih berat, tapi Sibolga lampu sudah hidup dan jalan bagus. Dari 18 wilayah ada 5 masih perlu fokus. Untuk Sumbar ada 16 titik dan tiga masih butuh penanganan. Sementara Aceh dari 18 titik masih perlu fokus 7 titik. Jalan darat sudah terkoneksi bantuan bisa cepat datang. Listrik semua kota sudah pulih.
“Nanti Minggu pagi, saya dan Ara akan berkunjung ke sana. Tugas Bang Ara berat sekali, beliau tanggung jawab untuk membangun lagi. Nanti rumah rusak ringan dibantu 20 juta, rusak sedang 40 juta. Rusak berat dibangun. Tambah lagi rumah hilang tidak hanya dibangun harus direlokasi. Hebatnya Ara, orang masih berpikir dia sudah bergerak duluan. Tanpa APBN akan dibangun 2600 rumah dengan 1000 Sumut, 1000 Aceh dan 600 unit di Sumbar. Murni dukungan teman-temannya. Saya yakin saya tidak bisa melakukan itu. Ini soal trust dipercaya, itu hebatnya Ara,” kata Tito memahami kesibukan. Bahkan, besok presiden akan launching 50 ribu unit di Serang bisa dibayangkan kesibukannya.
“Jangan khawatir brother, Mendagri akan bantu terus. Ini acara natal bagus, ini kita doakan lancar dan diberkati, karena melalui perhelatan ini memberi tanpa pamrih buat negara.”
Ditemui usai acara, Tito mengatakan kepada awak media bahwa tugas Mendagri salah satu membina kerukunan umat beragama. Karena itu, acara besar seperti Natal ini harus didukung supaya berjalan dengan baik.
“Kesuksesan acara ini membawa harmoni untuk Indonesia apalagi program berdampak kepada masyarakat Indonesia. Pemerintah mesti suport. Saya pribadi pun akan menyumbang, tapi jangan tanya berapa ya, karena memberi dengan tulus tidak perlu orang lain tahu,” katanya setengah bercanda.
Dihubungi terpisah tanggapannya, Ketua Waligerja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin mengatakan bahwa dirinya sangat sukacita mendengar bahwa panitia natal akan menyumbangkan sebagian besar ke masyarakat dari dana gotong royong yang terkumpul.
“Saya sangat senang mendengar bahwa sebagian besar (70 persen) dana natal disumbangkan untuk bantuan sosial secara langsung ke masyarakat. Ini perta dalam sejarah, kita harus mendukung panitia,” ujar Uskup Agung Bandung ini.
Sebelumnya, Maruarar Sirait mengingatkan panitia untuk senantiasa mengacu pada sederhana dan berdampak yang diamanatkan Presiden. Selain itu, semua harus dilakukan dengan transparan dan terbuka.
“Prinsipnya sederhana dan berdampak. Kemudian dilakakukan dengan transparan dan terbuka. Semua rangkaian acara harus dipersiapkan detail dan tepat sasaran.”
Beberapa hal yang baru dalam rapat itu adalah permintaan dari masyarakat Papua pegunungan penambahan pembangunan satu jambatan lagi, sehingga menjadi dua. Permintaan itu langsung disetujui.
“Saya kira kita langsung setuju, karena jembatan itu barmamfaat dalam jangka panjang untuk warga. Itu bisa kado natal dan diwariskan serta bermamfaat jangka panjang.
Sumbangan semangat gotong royong juga bertambah malam itu sebesar 5 miliar disampaikan Loren. Ara bersama rapat panitia langsung memutuskan untuk penggunaan beasiswa pendidikan. Dengan demikian bertambah lagi 3.000 penerima dengan masing-masing 10 juta masing-masing pelajar.
Selain acara dibahas juga terkait pengamanan pada perayaan natal nasional 2025 dengan dihadiri wakil TNI, Polri dan GP Ansor.
Wakil Kepala GP Anshor Abdul Mufid mengatakan telah menyiap 200 anggpta Anshor untuk pengamanan nanti dan akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan baik dengan Polri dan TNI.
“GP Anshor sudah terbiasa bekerja sama dengan gereja dalam pengamanan. Kita juga berhubungan baik dengan Pak Ara. Tugas kami menjaga konduaivitas dan mendeteksi gangguan, jika ada langsung koordinasi dengan Polri,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Posan Tobing menyampaikan bahwa sudah menyiapkan 50 pemain orchestra dengan tambahan musik gondang untuk tambahan tradisionilnya. Terkait pengisi acara penyanyi dari berbagai daerah sudah memberi demo suara.
“Musiknya tidak terlalu beda jauh, saya sudah dapat demo suara para penyanyi yang akan tampil. Nanti tanggal 2 Januari semua kumpul di Jakarta untuk latihan. Jadi tidak kendala dan sampai saat berjalan lancar,” ungkapnya.