BKSG-LK Memberi Diri Bagi Perjuangan Kesetaraan Umat Kristen di Indonesia Dalam Memperoleh Hak Konstitusional

Wartaindo.id, Jakarta– Bertempat di ELGLO CHURCH Kelapa Gading kemarin (07/09/2023) Pengurus Badan Kerjasama Gereja-Lembaga Kristen Indonesia (BKSG-LK Indonesia) ditahbiskan dalam satu ibadah pentahbisan.

Ibadah diawali dengan kata sambutan yang dibawakan oleh Pdt. Dr. Solfianus Reimas mantan ketua umum PGLII sebagai Pembina BKSG-LK. Dan kemudian dilanjutkan dengan renungan Firman oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat BKSG-LK Indonesia, Pdt. Dr. S.M. Ferdinand Watti.

M.Th., M.Pd.K. Pendeta Ferdinand dalam renungan firman yang diambil dari  1 Korintus 15:10 (TB), mengangkat tema “Gereja yang Dinamis Dalam Bingkai NKRI”.

Pendeta Ferdinand Watti menuturkan bahwa lahirnya BKSG-LK-Indonesia sejatinya bukan sebuah perwujudan organisasi pembela Kristen, atau suatu “Front Pembela Kristen”.

“Kita hanya ingin memastikan bahwa hak konstitusi kita dijalankan, termasuk soal kebebasan beribadah,” ujar pria yang telah puluhan tahun mengadvokasi persoalan penolakan kehadiran gereja di Indonesia, ini.

Hal lain yang ikut disoroti oleh Pdt. Ferdinand terkait kebebasan berkeyakinan, termasuk kasus-kasus yang ramai mewarnai kehidupan berbangsa di Indonesia, seperti kekerasan yang dialami oleh gembala dan jemaat gereja, perizinan rumah ibadah yang dipersulit, hingga diskriminasi yang dialami oleh siswa dan siswi kristiani di sekolah negeri.

Dirinya kemudian mengingingkan agar BKSG-LK dapat menjadi suatu organisasi yang berlandaskan “Solution Oriented” dengan melahirkan kerjasama dengan sejumlah Sekolah Tinggi Teologi di Indonesia. Solution Oriented itu, lanjutnya, harus dilaksanakan dengan cara memberi diri bagi perjuangan kesetaraan umat Kristen di Indonesia dalam memperoleh hak konstitusional.

“Gereja yang dinamis adalah gereja yang mau menyelesaikan persoalan,” tegasnya kepada sebanyak 50-an pengurus dan anggota BKSG yang hadir di lokasi acara, maupun secara daring.
“Kita harus mengurai benang kusut setiap persoalan kekristenan di Indonesia,” imbuhnya.
Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Penahbisan DPP BKSG-LK yang dibacakan oleh Sekretaris Umum BKSG-LK.

Setiap pengurus dan anggota DPP BKSG-LK kemudian dipanggil ke muka mimbar dan secara daring untuk menyerahkan persembahan sulung mereka sebagai bentuk komitmen perjuangan dan pelayanan.
Selanjutnya semua pengurus ditahbiskan oleh Pendeta Nus Reimas. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan pataka BKSG-LK oleh Pendeta Nus Reimas kepada Pendeta Ferdinand Watti dan penandatanganan pakta integritas. (DNY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *