Dies Natalis ke 38 STT IKAT Berikan Penghargaan Tokoh Gereja dan Masyarakat

Wartaindo.id Jakarta Sekolah Tinggi Teologia  IKAT Jakarta peayaan dies natalis ke 38 , Senin 12/2/24 di Auditorium  STT IKAT Rempoa, Bintaro Jakarta Selatan, dalam ibadah syukur dies natalis tersebut firman Tuhan disampaikan oleh pendeta Roy Timothi Kartiko Gembala jemaat sebuah gereja di Magaleng Jawa Tengah.

Pendeta Kartiko dalam kotbahnya menyampaikan beberapa point antaranya untuk tetaplah bekerja, menjaga integritas dan konsistensi,  Fire all wal artinya tembok api bagaimana dengan anak keturunanmu  mempertahankan keselamatan dengan takut dan gentar pada Allah serta bekerjalah tanpa aib dan noda

Sementera Dr Sam L Tobing mewakili senat perguruan tinggi STT IKAT saat memberikan sambutan merasa tersentuh dengan firman yang disampaikan Pdt Kartiko, bagaimana perjuangannya selama 14 jam dari Magelang hingga Jakarta untuk memenuhi undangan melayani dalam dies natalis ke 38 IKAT ini.

Sam pun juga memberikan kesaksiaan hidupnya bagaimana sepanjang hidupnya merasakan kesenangan dan sukacita, semua itu diakui karena selalu andalkan Tuhan dalam hidupnya.

Para tokoh penerima penghargaan

Prof.  Yasaona Laoly menteri hukum dan hak asasi manusia yang didaulat menjadi ketua panitia dies natalis ke 38 ini mengatakan bahwa moment penting makna kehadiran 38 usia STT IKAT Jakarta. Dimana dalam rentang usia tersebut IKAT sudah membaktikan karya bakti kepada negara dan gereja. STT IKAT semakin menaikan kualitas secara global. Demikian pula sebagai lembaga perguruan tinggi STT IKAT melaksanakan tridharmanya dengan menyelenggarakan seminar internasional, dengan menghadirkan pembicara yang berkompeten dari luar negeri.

Termasuk di dalamnya menyelenggarakan wisuda bagi para mahasiswa yang sudah menyelesaikan tugas akhirnya. STT IKAT juga menggelar lomba karya ilmiah 26 dan akan dipublikan jurnal yang terakreditasi. Sebagai pengabdian masyarakat STT IKAT menggelar pemeriksaan kesehatan untuk masyarakat sekitar kampus.

Dalam dies natalis ke 38 di mana STT IKAT selalu memberikan penghargaan kepada para tokoh gereja dan masyarakat yang sudah memberikan kontribusinya dalam pelayanan gereja dan masyarakat.

Seperti dalam perayaan dies natalis kali ini, STT IKAT memberikan penghargaan kepada tiga tokoh, Dr Donna Sampaleng didaulat membacakan para tokoh tersebut antaranya, pertama, Yoke Pribadi kekaryaan yang dinilai 37 tahun pelayanan bidang misi melalui radio dengan jabatan publik Yaski/ FEBC Indonesia Chief Executive Officer. Kedua Prihtono Tjatur Waluja kekayaan yang dinilai 34 tahun pelayanan melalui pendidikan dan organisasi gereja. Dimana Prihtono dengan jabatan publik sebagai ketua dewan pertimbangan sinode gereja Kristen Baithani. Kemudian yang ketiga, Tan Tjien Sek alias Timothius Tanutama dengan kekaryaan yang dinilai 45 tahun pelayanan gereja dan masyarakat dengan jabatan publik salah satu Pendiri Gereja JKI Injil Kerajaan dan Yayasan Jelai Kasih Indonesia.

Selain pemberian penghargaan kepada para tokoh yang sudah berkiprah di tengah masyarakat, STT IKAT juga memberikan penghargaan kepada dosen yang sudah mengabdian  diri selama 15 tahun mengajar.

Puncak acara Dies Natalis ke 38 ditandai dengan pemotongan tumpeng serta pemotongan kue oleh ketua STT IKAT Pdt. Dr Jimmy Lumintang, dimana Pdt Jimmy sebelumnya memberikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang sudah turut hadir dalam perayaan dies natalis serta dukungannya selama ini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *