Dr. John Palinggi Dampak Perang Timur Tengah Bisa Diatasi Jika Rakyat Bersatu

Wartaindo Jakarta Perang Timur tengah semakin meningkat dipridiksi hingga satu bulan ke depan, kaitan dengan dampak  perang tersebut John Palinggi sebagai pengamat miiter dan intelegen nasional terkait dampak perang ini mengungkapkan bahwa perang di Timor Tengah itu sangat mempengaruhi dunia. Dampak-dampaknya atau masalah yang ditimbulkan itu akan kita rasakan dari sudut keamanan dan ekonomi.

Maka masyarakat membutuhkan kesepahaman bersama untuk berupaya menampilkan diri saling mendukung dan bagaimana dapat memahami secara mendalam rencana Presiden untuk mengendalikan kesulitan-kesulitan yang kita alami akibat dampak perang tersebut, kata John di kantornya dibilangan Thamrin Jakarta.

Kita tahu selama ini bahwa negara semakin meningkat hutangnya, untuk membayar cicilan dan bunga saja itu tidak gampang. Sekalipun dibanding negara-negara lain masih bagus, kalaupun ada kesulitan selalu ada. Karena bicara masalah itu bisa terjadi di mana-mana baik di keluarga, wilayah atau negara. Karena pada dasarnya persoalan negara saat ini mau diselesaikan secara bertahap atau langsung dari Presiden. Tetapi justru upaya yang dilakukan presiden malah mengalami suatu hinaan, cercaan yang tidak sepantasnya seperti itu.

Mesthinya kalau ada keberatan dari rakyat atau kelompok-kelompok masyarakat mereka bisa menyampaikan aspirasinya itu melalui DPR RI. Karena kalau semua orang bicara dan tidak saling percaya ini bisa terjadi perpecahan. Apalagi perpecahan inipun sudah sering terjadi baik di internal agama dan juga antar agama. Misalnya apa yang terjadi di Medan adanya larangan-larangan menjual daging babi, ini memunculkan perpecahan.

Artinya perpecahan dan kesalahpahaman jika dibiarkan akan membawa disintegrasi bangsa. Makanya perlu dihentikan sikap yang saling hina di media televisi. Seperti tayangan yang saling memburukan  ajaran agama yang berbeda. Untuk itu Menteri Komunikasi dan digital (Komdigi) harus stop siaran yang saling memecah dan menjelekan ajaran agama lainnya.

John yang juga pengusaha sukses ini mengajak masing-masing pemeluk agama hidup rukun saling memberi kontribusi bagi kerukunan. Paling tidak masing-masing pribadi paling tidak berusaha menghidupi diri sendiri dengan cara yang benar. Masing-masing dari kita dengan mengerjakan yang produktif, kalau petani menggarap sawahnya, kalau pedagang ke pasar menjual dagangan dan sebagainya daripada hanya meributkan hal yang tidak produktif.

Demikian pula media baik cetak, online dan televise kalau menyiarkan berita jangan berita-berita yang menakutkan misalnya pembunuhan, pencurian dan pemerkosaan. Akan lebih baik memilih berita yang positif tentang keberhasilan misalnya bupati gubernur, menteri dan orang-orang yang berprestasi, sehingga mampu menunjang kinerja presiden dengan prestasi-prestasinya.

“Kita mesthi bersatu sehingga penyelenggaraan pemerintahan bisa melanjutkan kebijakan yang baik kepada rakyatnya. Saya yakin kalau masyarakat bersatu segala sesuatu dapat diatasi”, tandas ketua harian Bisma ini mantab.

Terkait dampak dari perang Timor Tengah saat ini pemerintah dalam hal ini Panglima TNI sempat mengeluarkan perintah telegram nomor 283 tahun 2026, intinya adalah dilingkungan TNI ditingkatan siaga satu artinya kewaspadaan tinggi. Hal yang disampaikan para panglima operasi TNI agar menyiapkan personil dan Alutsita. Alutsita utama disiagakan setiap saat bisa digunakan, kedua melakukan patroli di berbagai obyek vital strategis negara antara lain PLN, Bandara dan obyek vital lainnya, termasuk komplek-komplek diplomat dan pusat-pusat perbelanjaan.

Ke tiga komando pertahanan udara nasional agar melakukan deteksi dan pengamatan udara terus menerus selama 24 jam.  Selanjutnya badan intelegen strategis TNI diinstruksikan mematau situasi di negeri-negara yang terdampak perang Timur Tengah. Agar atase pertahanan mendata warga negara kita di berbagai negeri yang terdampak perang tersebut. Sehingga kalau ada situasi memburuk segera diungsikan. Dan badan intelegen strategis TNI diminta mendekteksi dini dan melakukan pencegahan keamanan di obyek vital strategis dan Kawasan diplomatic.

Terakhir Kodam Jaya Jakarta agar patroli strategis di obyek vital dan lain-lainnya dan itu perintah Kapolri, tujuannya adalah sebagai upaya menjaga stabilitas pertahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang sedang memanas. Tujuan menjaga dan antisipasi jangan terlambat.

Harapannya sebagai warga negara terhadap siaga I tentara nasional ini tentu masyarakat bertanya-tanya, kebijakan itu merupakan langkah presiden mengatisipasi lebih awal dari situasi ancaman strategis yang kita hadapi, jangan sampai setelah ada ancaman atau bencana baru bertindak.

Untuk itu pada masyarakat untuk tidak salah paham antara satu dengan yang lain. Karena sekarang saatnya bukan waktunya menghina, saling fitnah saling pintar sendiri padahal tidak tahu, usahakanlah agar kita bersama berdoa apalagi di bulan suci Ramadhan ini, bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan. Agar setelah melakukan ibadah puasa 30 hari kita akan fitrah kembali dan kita memulai hidup yang baik kembali.

Sekali lagi langkah Indonesia waktu itu menetapkan siaga satu sebagai upaya antisipasi untuk menjaga keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik nasional yang sedang memanas. Misalnya jika terjadi kesulitan minyak, bensin itu rakyat marah-marah padahal itu situasi global.

Percayalah bahwa kebijakan pemerintah melakukan siaga I itu sudah melalui kajian strategis internal TNI dan tentu TNI berperan dan bekerja bersama-sama.  Makanya bila ada hal sesuatu yang luar biasa  tentu sudah berdasarkan amatan intelegen. Bagaimanapun seluruh unsur di TNI duduk bersama dalam rangka laporan telaah strategis kepada panglima untuk mengambil keputusan

Repoter Yusuf

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *