Wartaindo Jakarta Perhatiannya terkait kerukunan umat beragama selalu diwujudkan dengan terus bersuara akan pentingnya penghargaan dan penerimaan antara pemeluk agama yang berbeda sehingga mampu membantu pemerintah menciptakan kerukunan antar agama. Dialah Dr. John Palinggi yang saat ini dipercaya sebagai ketua harian Badan interaksi sosial masyarakat atau BISMA.
John Palinggi kontribusinya dalam membangun kerukunan umat beragama sudah dilakukan sejak tahun 2000 bersama tokoh-tokoh lintas agama antaranya Nurcholis Majid seorang tokoh muslim moderat yang merupakan pendiri universitas Paramadina Jakarta.
John saat diminta tanggapan terkait perayaan Idhul Fitri tahun 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini, sebagai umat Islam dan kita semua patutlah ikut berbahagia terlepas agama apapun, suku apapun termasuk warga negara dan keyakinan apapun, patutlah mensyukuri setelah 30 hari umat Islam yang menahan lapar, menahan dahaga dan hawa nafsu dan hari ini hari Idhul fitri bisa meraih kemenangan sehingga menjadi fitrah dengan hati menjadi bersih kembali.
Perayaan Idhul Fitri bagi umat Islam memiliki makna dalam pertama kemenangan spiritual atas keberhasilannya menahan hawa nafsu dahaga lapar sebulan penuh pada bulan Ramadan. Kedua momen pencucian diri untuk menghapus dosa melalui zakat fitrah. Dan saling memaafkan sehingga seseorang diibaratkan lahir kembali dalam keadaan bersih.
Perayaan Idhul fitri adalah ungkapan syukur serta bentuk ucapan terimakasih kepada Allah Subhanahu wa ta’ala atas semua berkah yang diberikan selama menjalankan ibadah puasa. Selanjutnya solidaritas sosial melalui zakat fitrah sebelum sholat Id. Di mana umat Islam diajak peduli dan berbagi kebahagian kepada saudara-saudara yang kurang mampu agar semua bisa merayakan kemenangan Idhul fitri.
Idul Fitri merupakan kata John juga membangun rasa kemanusian serta ikatan kekeluargaan dan kasih sayang antara sesama manusia tanpa melihat perbedaan. Idhul fitri melalui proses selama 30 hari bukan hal yang mudah. Namun, sudah dijalani penuh ketekunan, penuh kekhusukan melalui ibadah-ibadah tarawih dan memupuk kembali makna positif bagi yang beragama itu sendiri sehingga meraih kemenangan setelah 30 hari menjalankan ibadah puasa.
“Kita bersyukur setelah puasa selama 30 hari penuh akan menjadi fitrah tentu ini akan membawa dampak yang luar biasa baik secara pribadi, rumah tangga, lingkungan dan sangat dibutuhkan dalam membangun bangsa dan negara”, ujar Jhon yakin.
Idhul fitri ada semangat baru untuk membangun persaudaraan semua orang. Sehingga umat Islam akan mampu menanggung berbagai persoalan dalam hidupnya seraya mengucap syukur kepada Allah. Dan pasti juga setelah Idhul Fitri ada semangat baru untuk bekerja mencari nafkah secara baik dan hallal.
Toleransi Dinamis
Terkait dengan toleransi saat ini John melihat bahwa toleransi itu dinamis, karena toleransi tergantung di lingkungan sosial di mana berada. Untuk bangsa kita Indonesia sepanjang amatannya dua lima tahun toleransi dan saling menghargai itu berjalan sangat baik di banding negara lainnya.
“Kalaupun ada keributan tentang pembangunan rumah ibadah, sifatnya hanya kasus perkasus. Untuk itu kejadian seperti itu jangan di generalisasi dalam kehidupan berbangsa dan persaudaraan antar umat beragama”, tandas John yang tercatat sebagai pengusaha sukses ini.
Jika ada pelarangan ataupun pengrusakan rumah ibadah perlu diproses secara hukum saja dengan demikian tidak ada anggapan satu agama menginjak-injak agama lainnya.
Selama ini terkait kehidupan beragama sudah ada aturannya Namanya prinsip-prinsip pembinaan toleransi seperti rukun secara internal agama yang dianutnya. Selanjutnya rukun antara agama yang satu dengan agama yang berbedan terakhir rukun dengan pemerintah.
Jumlah umat Islam 84 persen ini, maka akan memiliki kekuatan besar di mana setelah Idhul Fitri yang artinya menjadi fitrah atau bersih. Dengan semangat perayaan Idhul fitri ini semoga kehidupan yang lebih positif dan semangat baru dalam membangun bangsa dan negara akan terwujud.
Menurut Jhon perayaan Idhul Fitri 1447 H ini begitu pentingnya untuk membangun persaudaran di bangsa ini karena jika kita bersaudara saling hidup rukun maka bangsa akan terus berlanjut.
Reporter YM