Wartaindo Depok PEWARNA (Persatuan Wartawan Nasrani) Kota Depok dikunjungi Mangaranap M Sinaga SE. MH Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Setempat Kota Depok (Jawa Barat). Nampak Hadir pula beberapa mitra Pewarna dalam jaringan jurnalis turut hanyut dalam perbincangan yang santai dan serius.
Menurut Mangaranap Sinaga dalam bincang santai di sekretariat Pengurus Cabang Pewarna kota Depok mengatakan bahwa kota Depok harus benar-benar menjadi kota toleransi yang mana harus dimulai dulu dari keteladanan pemimpinnya
Contohnya kebebasan beribadah yang mana masih menjadi persoalan yang patut diselesaikan, termasuk sulitnya pendirian rumah ibadah di sejumlah wilayah di Kota Depok, ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya Depok demi terwujudnya toleransi yang sesungguhnya ungkapnya kepada pers yang hadir di sekretariatan PEWARNA (Persatuan Wartawan Nasrani) Kota Depok di Jalan Gardenia Grand Depok City, 23/3/2026
Mangaranap Sinaga memberikan masukan kepada Walikota Depok agar hadir pada event-event keagamaan yang sifatnya setahun sekali. Karena yang terjadi walikota selalu tidak hadir sekalipun memang mengirimkan wakilnya atau seorang staf untuk menyampaikan sambutannya.
“Pemimpin itu contoh. Toleransi itu dimulai dari pemimpin’, tegas Mangaranap sore itu.
Sekalipun kata Mangaranap Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) sering menyatakan toleransi. Apa kata FKUB itu menurutnya tidak benar, karena sejumlah wilayah masih sulit mendirikan tempat ibadah meski ada umat-Nya.
Ada sekitar 7.000 umat Kristen di Sawangan belum atau tidak ada tempat ibadah, ini apakah merupakan bentuk toleransi,”kritiknya serius.
Untuk itu Mangaranap berpesan kepada insan pers perlu disampaikan kebenaran yang sebenarnya di kota Depok ini. Dengan demikian harapan kami menjadi kota yang bangkit dan (penuh) toleransi, saling bergandengan tangan untuk satu tujuan menuju Depok yang maju, dan yang lebih menarik dalam diskusi itu dibahaslah bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat ?
Dalam bincang santai tetapi serius itu juga menyoroti terkait pemaksimalan fungsi terminal Depok, jangan jadi lahan parkir penumpang KRL, kemudian bis Trans Jakarta dari UI di tarik ke terminal Depok, sehingga rakyat Depok tidak tambah biaya dalam menikmati perjalanan, ini perlu berkoordinasi dengan pemimpin DKI.
Demikian pula tentang penataan Pasar Kemiri Muka yang mana pasar ini nampak kumuh, bau tidak sedap di mana mana, hujan sedikit sudah becek benar-benar mengganggu pemandangan yang letaknya benar benar dijantung kota Depok. Tentu juga partisipasi nasyarakat untuk pembayaran pajak dan lainnya tuturnya.
Reporter Cristin
Editor Ym