Penanganan Lansia dalam Kondisi Kegawatan

Wartaindo.id Jakarta Semakin meningkatnya populasi lansia, maka semakin tinggi usia harapan hidup lansia. Untuk itu diperlukan keterlibatan keluarga, care giver (pengasuh), petugas kesehatan dan masyarakat dalam memperhatikan juga membantu kehidupan, kesejahteraan lansia.  Namun demikian, kelompok lansia juga merupakan kelompok rentan dan berisiko mengalami kondisi kegawadaruratan medis. Untuk itu menyikapi hal ini, tim dosen prodi Keperawatan Fakultas vokasi Universitas Kristen Indonesia melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di PSTW  Budi Mulya 1 Cipayung, Jakarta Timur, dengan memberi edukasi kepada care giver dengan judu l”Pemberdayaan care giver melalui Metode Pendampingan di Panti Werdha”

Kegiatan ini dilakukan secara onsite di ruang Aula pertemuan PSTW Cipayung, dengan dihadiri 30 orang care giver secara antusias .Tim PkM dosen dalam kegiatan ini terdiri dari tiga orang dosen, Ns .Hasian Leniwita,M.Kep, Ns. Dely Maria,M.Kep.Sp.Kom dan Ns. Anggreyeni Purba,M.Kep, juga melibatkan dua orang mahasisawa prodi keperawatan: Magdalena dan Ernita Muda yang memandu acara.

Menurut Undang-undang RI No.44 Tahun 2009 pasal 1, kegawatdaruratan adalah Keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis segera guna penyelamatan nyawa dan pencegahan kecacatan lebih lanjut. Melalui kegiatan ini care giver diharapkan dapat tenang dan tidak panik ketika menghadapi kondisi kegawatan pada lansia.

“Bila mendapati lansia dalam kondisi kegawatan, baringkan lansia tanpa alas bantal dan dipastikan tidak ada yang menutupi bagian hidung, dan memeriksa apakah apakah masih ada denyut jantung dengan meletakkan tangan di atas dada lansia tersebut. Bila lansia tiba-tiba pingsan, atur posis kepala lebih rendah dari pada kaki untuk membantu aliran darah balik ke otak lancar, dan berikan bantuan pertama yang sesuai seperti resusitasi jantung paru atau penanganan perdarahan ringan, juga damping lansia sampai petugas medis datang memberi pertolongan.” tutur Ns.Hasian Leniwita, M.Kep selaku ketua pelaksana PkM.

Selain itu, Ns.Hasian Leniwita menambahkan, penyebab utama trauma adalah karena jatuh (fall). Hal ini terjadi pada lebih kurang terjadi pada 40% kaum yang berusia lanjut. Sebanyak 10% dari jatuh tersebut mengakibatkan cedera berat dan 50% diantaranya mengakibatkan fraktur atau patah tulang.

Sebelum pemberian materi Tim PkM memberikan lembar kuisioner dan sesudah pemberian materi juga ada lembar kuisioner yang diberikan kepada peserta atau petugas care giver. Peserta sangat antusias dalam kegiatan edukasi tim PkM. Tim PkM juga memberikan cenderamata sebagai bentuk ucapan terima kasih atas partisipasi aktif terlibat dalam kegiatan PkM. Semoga semua peserta PkM sebagai petugas panti tetap dalam keadaan sehat-sehat. grol

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *