Pentingnya Kristen berkarakter ilahi di Indonesia

Bandung, wartaindo.id

Gelar , kedudukan, banyaknya harta dan lembaran Kertas ijazah atau berbagai bentuk penghargaan ternyata tidak menjadi jaminan bahwa yang bersangkutan memiliki sifat,tabiat ,watak yang biasa disebut Karakter yang baik.

Kasus merosotnya moral melalui berita yang sering kita temukan termasuk berbagai tindakan pelanggaran Hukum Pidana masih menjadi perbincangan topik hangat.Seperti kasus penembakan masal yang terjadi diluar negeri ,maupun kasus didalam negeri mengungkapkan kebobrokan ulah dari beberapa pejabat atau pemangku kebijakan dalam pemerintahan maupun menyangkut perilaku dari beberapa tokoh agama.

Cermin atau sifat khas kebangsaan Indonesia sepatutnya merupakan pengamalan dari Dasar Negara ,Pancasila. Upaya baik melalui bidang Pendidikan, budaya dan keagamaan tentunya perlu terus menerus digaungkan dan mendapatkan perhatian lebih dari pihak terkait.

Dari sudut penganut ajaran agama, khususnya dilingkungan Kristen hendaknya menjadi bagian penting dalam pembinaan umat.Mengamalkan ajaran ilahi jangan hanya sebatas sampai pernyataan Iman dan Keselamatan.Tapi para pemimpin dan gereja perlu terus menerus menekankan pentingnya Pembangunan karakter sebagai bagian karya pekerjaan Roh dan kuasa TUHAN dalam tiap individu.

Bak lelucon, terkadang begitu beraninya melontarkan ayat dan berkotbah sementara yang dibangun ternyata merupakan pencitraan yang tidak selaras dengan integritas kepribadian sang pemberita.Bidang Pendidikan Teologia yang baik dan sehat tentunya senantiasa menekankan betapa pentingnya bentukan kepribadian mahasiswa/I selain tujuan peraihan gelar kesarjanaan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi Pembentukan karakter seseorang diantaranya adalah: keturunan, lingkungan atau habitat maupun kebiasaan yang seringkali dilakukan.Karakter yang baik dihasilkan tidak dalam sekejap mata.Melewati proses , menghadapi kesulitan, bagaimana mengatasi persoalan hidup nyata.Mampu melewati berbagai pencobaan ,tantangan dan penderitaan dalam kurun waktu tertentu.

Perhatikan bagaimana Yusuf sejak muda mengalami pencobaan dan ujian iman setidaknya memakan waktu 13 tahun.Daniel berada dilingkungan pemerintahan Babelonia membutuhkan tingkat kedisiplinan rohani untuk tetap berpegang kepada Hukum Hukum TUHAN meskipun lingkungan tidak mendukung.

Keikhlasan diri untuk menanggalkan perilaku kehidupan masa lalu yang rusak dan buruk setidaknya akan mempengaruhi karya Roh Tuhan untuk mengalami pembaharuan kepribadian.
Tanggung jawab kehidupan menghadirkan bangsa yang berkarakter kuat secara tidak langsung menjadi beban moral dikalangan umat Kristen terlebih dahulu.

Karakter yang baik terlihat dari integritas seseorang saat ia melakukan lakon dan peran disepanjang kehidupannya
Penulis :Lukman Pandji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *