Peringati Hari Kebangkitan Nasional Orasi dan Launching Film ‘Merajut Harmoni Bangsa, Kesetaraan dalam Membangun Bangsa

Wartaindo.id Bandung Hari Kebangkitan Nasional yang dirayakan setiap tanggal 20 Mei menjadi tonggak penting dalam sejarah bangsa Indonesia yang diproklamirkan oleh Boedi Oetomo. Untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional, PEWARNA Indonesia bersama dengan Forum Perempuan Kristen Jawa Barat menggelar serangkaian kegiatan bertajuk ‘Merajut Harmoni, Kesetaraan dalam Mmebangun Bangsa’.

Kegiatan yang dipusatkan di GBI Sumber Sari, Bandung, Jawa Barat (20/24), menjadi ajang bersama untuk mevitalisasi samangat berbangsa untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang sudah lebih dulu digaungkan oleh pemimpin bangsa untuk mewujudkan dan memperjuangkan kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Di negara yang kaya akan keragaman seperti Indonesia, merajut harmoni bangsa menjadi keharusan. Harmoni bukan hanya tentang pemahaman dan toleransi antar umat agama, antar suku, atau antar kelompok, tetapi juga melibatkan pemberdayaan setiap individu, tanpa memandang latar belakangnya, untuk berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam memajukan Indonesia ke arah yang lebih maju, damai, dan berkeadilan. Pancasila sebagai Fondasi Moralitas dan Kesetaraan untuk Membangun Bangsa

Hal ini dipertegas oleh Romo Benny Susetyo selaku Anggota Badan Pembina Badan Ideologi Pancasila. Dalam orasi ilmiahnya, Romo Benny menyatakan bahwa bangsa Indonesia dibangun atas dasar kebersamaan yang dilakukan oleh Boedi Oetomo. “Ini gerakan bersama untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Garakan yang akhirnya terwujud hingga bangsa ini ada saat ini”.

Kemerdekaan yang dirasakan semua rakyat Indonesia saat ini di perkuat dengan adanya dasar negara yaitu Pancasila. Menurut Romo Benny, Pancasila sudah seharusnya landasan hidup setiap warga negara. “Dengan Pancasila sebagai dasar negara, saya memiliki keyakinan bahwa akan terwujud kesejahteraan bersama”.

Dalam orasi lanjutannya, Sugeng Teguh Santoso sebagai Ketua Indonesia Police Watch menyatakan bahwa hukum harus menjadi panglima tertertinggi dalam kehidupan bersama. “Sebagai aktifis hukum, saya bersama aktivis kemanusiaan lainnya terus memperjuangkan hak hukum yang sepatutnya menjadi milik semua rakyat Indonesia”.
Mewujudkan keadilan hukum bukan lagi perkara mudah untuk diwujudkan ditengah kehidupan bernegara saat ini.

“Dengan tema hukum dalam orasi saat ini, saya diminta untuk meneropong sistem hukum dimasa depan. Saya melihat bahwa hukum akan sulit berjalan dengan baik bila politik tidak berjalan dengan stabil. Elit politik kerap kali mempertontonkan sikap yang tidak etis”, terang Sugeng.

PEWARNA Lauching Film ‘Harmoni di Majalengka’

Selain orasi kebangsaan, pada kesempatan ini digelar juga berbagai pertunjukan seni yang menjadi keragaman bangsa Inonesia. Juga digelar launching film dokumenter yang menceritakan harmoni di Kebupaten Majalengka, Jawa Barat. Film yang diprakarsai Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) bersama PEWARNA Indonesia memvisualisasi Majalengka sebagai daerah di Jawa Barat yang berusaha membangun kesetaraan.

Pdt. Jimmy Sormin sebagai Ketua PGI Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan mengapresiasi film ini sebagai jawaban, bahwa masih ada harmonisasi di Jawa Barat yang dikenal sebagai Provinsi yang paling tidak toleran. “Ini karya original PEWARANA yang menujukan bahwa di Jawa Barat, Majalengka, masih ada usaha bersama baik dari pemuka agama dan pemuda lintas iman yang mau berjuang bersama untuk mewujudkan kesetaraan.”

Penulis Daniel Grolus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *