PT KCJB Ajak Wartawan Jajal Kereta Cepat, Waktu Tempuh Jakarta-Bandung Jadi 40 Menit

Wartaindo.id, Jakarta- Manajemen Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mengajak wartawan yang tergabung di Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia dan komunitas wartawan Metropolitan untuk menjajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) “Whoosh”.

Sebanyak 20-an wartawan menjajal buah kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Rakyat China tersebut, dimukai dengan keberangkatan dari stasiun Halim, Jakarta Timur, Sabtu (07/10/2023).

Tepat pada pukul 09.45 WIB, kereta cepat dengan ruas Stasiun Halim ke Stasiun Tegal Luar ysng berada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu, membawa penumpang melesat dengan kecapatan tinggi ke arah Timur. Sampai di sekitaran daerah Purwakarta, kereta mencapai kelajuan operasi maksimalnya, yakni 356 kilometer perjam.

Panjang jalur Halim-Tegal Luar membentang sepanjang 142.3 kilometer. Dengan kecepatan 350 kilometer perjam, jarak kedua titik dapat ditempuh hanya dengan 40 menit, dengan sekali melakukan pemberhentian di Stasiun Padalarang. Waktu tempuh ini jelas jauh lebih singkat dibandingkan dengan berkendara menggunakan moda transportasi pribadi yang rata-rata memakan waktu tempuh hingga 2 jam, melalui ruas tol Cileunyi (Cikampek-Purwakarta-Cileunyi).

Peluncuran Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi sebuah lompatan bersejarah bagi perekeretaapian nasional maupun Bangsa Indonesia. Betapa tidak, saat ini Indonesia menjadi negara pertama di kawasan regional yang mengoperasikan kereta cepat dengan model kepemilikian konsorsium, itu.

Peluncuran Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga diharapkan dapat makin mendorong kreativitaa anak bangsa untuk terus melakukan inovasi di bidang transportasi, khususnya dalam melahirkan produk kereta cepat buatan dalam negeri, yang diyakini akan menghabiskan dana produksi yang lebih murah. Pandangan ini disampaikan oleh JP, salah satu wartawan yang ikut di dalam uji coba pada Sabtu lalu.

“Kalau transfer teknologinya sudah maksimal dan kereta juga sudah diproduksi di dalam negeri dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, saya yakin masyarakat akan semakin banyak memiliki opsi untuk menggunakan moda transportasi yang mereka inginkan. Dan tentunya harga yang ditawarkan pun akan semakin bersaing. Kita doakan saja supaya ruas lintasan kereta cepat ini segera ditambah hingga terkoneksi ke Surabaya, misalnya. Tentu waktu tempuh Jakarta-Surabaya akan semakin singkat jika melalui jalur darat,” pungkas JP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *