Rayakan HUT Kemerdekaan dan HUT Toraja PMTI Ajak Diaspora Toraja Sukseskan Acara ini

Jakarta wartaindo Covid19 yang melanda dunia membuat  masyarakat termasuk Indonesia mengalami persoalan baik secara ekonomi sosial budaya dan pariwusata. Beruntung pemerintah saat ini menyatakan penurunan signifikan atas pandemic covid19 masyarakat dan pemerintahan berusaha membangkitkan kembali segala lini kehidupan agar kekurangan selama dua tahun segera dapat dikejar dan berhasil bangkit kembali.

Dalam rangkat turut membangkitkan ekonomi, pendidikan dan pariwisata khususnya Toraja Sulawesi Selatan, Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) dalam perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 77 tahun, serta dipadukan perayaan Toraja ke 776 tahun akan menggelar sebuah acara yang cukup spektakuler selama seminggu dengan tema Magical Toraja.

Dating Palembangan sekretaris jendral PMTI yang juga mantan ketua umum Gerakan Muda Kristen Indonsia (GAMKI) ketika dijumpai di sebuah resto dibilangan Kebon Sirih Jakarta Pusat membenarkan bahwa PMTI akan menggelar acara dalam rangka HUT Kemerdekaan dan HUT Toraja ke 775 tahun.

Perayaan ini semata dalam rangka membantu peemrintah serta membangkitkan generasi muda Toraja dalam kecintaannya terhadap Toraja. Berangkat dari situlah kalau PMTI di bawah ketua umumnya Mayjen TNI (Purn) Yulius Lumbaa akan menggelar Event yang spektukuler dengan tema Magical Toraja.

Lebih lanjut Dating mengatakan dengan adanya kegiatan ini bisa dijadikan suatu icon atau magnet yang bisa membangkitkan di banyak hal khususnya masyarakat Toraja, termasuk bagaimana menyusun kegiatan kegiatan dalam rangka memajukan UMKM dalam rangka meningkat pendidikan serta memajukan siswa siswi bidang ketrampilan serta dalam membangkitkan pariwisata.

Di Pariwisata ini PMTI akan mengajak seluruh masyarakat Toraja yang sudah berdiaspora di seluruh Indonesia bahkan dunia untuk kembali bersama-sama untuk mengunjungi Toraja sebagai tanah leluhurnya. Panitia dalam hal ini berharap nanti bagi mereka yang berangkat dari rumah masing-masing menuju Toraja dengan mengenakan pakaian tradisional. Karena dengan cara memakai pakaian kas Toraja ada kesempatan untuk mengenalkan Toraja ke seluruh masyarakat Indonesia.

“Kenapa karena dengan cara berpakaian adat masyarakat umum akan mengetahui bahwa ini masyarakat toraja, sebagi contoh saja teman-teman India akan tahu dengan cara berpakaiannya”, tandas Dating yang lama aktif di PIKI ini.

Lalu lanjut Dating selain memunculkan identitas budaya para diaspora ini diharapkan dapat memberikan suatu teladan atau cerita kepada anak cucu untuk senantiasa berbicara tentang tanah leluhur, karena di Toraja itu masyarakat adat di sana biasanya memiliki Tongkonan. Dan Tongkonan sendiri merupakan simbolisasi bahwa antara satu dan lainya ada keterikatan.

Kemenkraf diharapkan Mendukung

Kemudian dalam bidang pendidikan dan ketrampilan akan diadakan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan prestasi pelajar, seperti kegiatan catur, marching band diharapkan dengan kegiatan tersebut akan membangkitkan jiwa spotivitas sehingga daya juang siswa-siswi itu akan bangkit. Selain itu dalam perayaan nanti juga menggelar UMKM Expo. Dengan adanya UMKM Exspo akan mendorong ekonomi kreatif tumbuh. Kembali diharapkan para diaspora ini membelanjakan uangnya juga untuk UMKM ini. Dengan demikian UMKM ini bisa bertumbuh.

Penyelanggaraan HUT PMTI di tahu 2018 yang lalu, ada pengalaman yang mengesankan di mana para UMKM banyak mengucapkan terimakasih dengan kehadiran para diaspora yang membelanjakan uangnya, sehingga mereka sangat terbantu usahanya. Malah dapat keuntungan besar.

Di perayaan HUT ini dalam rangkaian membangkitkan budaya, di mana pantia akan mendorong dan bersama-sama menyelenggarakan upacara rambu solo, artinya bagi keluarga-keluarga yang belum mengadakan upacara rambu solo akan didorong untuk menggelar ucapara ini sebagai bagian dalam pengenalan budaya Toraja yang ada dalam perayaan HUT RI maupun Toraja ini. YM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *