Gathering PGLII DKI Tuai Sukses Bangun Ikatan Persaudaraan Sesama Anggota

Wartaindo Bogor Pada ibadah penutupan Gathering PGLII DKI Jakarta 2025  Ketua Umum Pdt. Dr. RB. Rory dalam kotbahnya menegaskan  tentang pentingnya data yang akurat dari Gereja penerima dana hibah BOTI karena hal itu menunjukkan integritas  sebagai hamba Tuhan.

“Sebagai hamba Tuhan, mari kita mencontoh sikap integritas  yang ditunjukkan oleh  Daniel, Sadrach, Mesakh dan Abednego. Mereka tetap tegak lurus sekalipun dirayu, dibujuk dan dipengaruhi tetapi mereka tetap menunjukkan integritas mereka sebagai anak Tuhan dengan berketetapan untuk tidak menajiskan diri mereka dengan santapan raja dan dengan Anggur yang biasa diminim raja,” ujarnya kepada 400-an hamba Tuhan yang berada di dalam ruangan itu.

Kepala Badan Moderasi Beragama dan pengembangn sumber daya Manusia (BMBPSDM) Prof. Dr.Muhammad Ali Ramdani STP, MT yang mewakili   Menteri Agama RI resmi membuka Acara Gathering Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) DKI Jakarta yang berlangsung di Taman Palem Resort Bogor, Rabu (6/07/2025). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dari Rabu-Jumat (6-8 Agustus).

Di akhir acara, Wartaindo menemui Ketua Panitia Pelaksana yang sekaligus juga Sekretaris umum PGLII DKI Jakarta Pdt. Dr.Marthen Neolaka M. Th. Didampingi Pdt. Immanuel de Fretes  dan Pdt. Dr. Johny E. Tambariki, M.Th.   Pdt. Marthin Neolaka menjelaskan bahwa  sesuai dengan tagline “ PGLII yaitu Dipanggil untuk Bersekutu dan memberitakan Injil”, maka semua sinode yang telah hadir, yaitu sebanyak 46 sinode dalam Gathering ini  menunjukan bahwa telah terjadi persekutuan yang indah dan penuh sukacita

Pdt Immanuel (Putih), Pdt. Johny T (tengah) dan Pdt Marthen Neolaka

Dalam persekutuan yang indah ini, tentu saja peserta mendapat  inspirasi  yang baru dari para pembicara baik dari Ketua Umum Pdt. Tomy O Lengkong M. Th, Pdt. Dr. RB Rory, Pdt Johny Tambariki, Mas Dr. Edi Setiawan dari Kementrian Pendudukan dan Pembangunan Keluarga /BKKBN yang memaparkan materi tentang kepedulian terhadap Stunting dan salah satu program dari kementrian tersebut yaitu Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), ini merupakan program yang mendorong peran aktif ayah dalam mengasuh, melindungi dan mendidik anak Usia dini, yang fokus utamanya adalah penguatan peran ayah di dalam keluarga (Fatherles). Secara Teologis Ayah adalah pribadi yang harus mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak.

Api Injil itu harus terus menyala, Jangan sampai pudar nyalanya. Artinya Injil harus terus diberitakan, khususnya di DKI Jakarta. Itulah tujuan diadakannya gathering ini.

Terkait dengan Tema , “Integrety for Him” ini berbicara Tentang bagaimana kita sebagai hamba Tuhan harus punya integritas. Integrety for Him ini menunjukan karakter Allah. Artinya Tuhanlah pemilik intgritas itu.  Sifat dan karakter Ilahi ini harus menjadi bagian dalam kehidupan setiap hamba Tuhan.

Sebagai hamba Tuhan Kita harus menjaga  kekudusan hidup sebagaimana sifat Allah itu adalah kudus.

Selain itu Para peserta Gathering yang didominasi oleh hamba Tuhan juga  diberikan pembekalan bagaimana hidup berdampingan dengan agama-agama lain sebagai sikap toleransi yng baik, bahwa kita harus mengutamakan kedamaian dan kerukunan. Dalam konteks PGLII kita juga harus rukun antar sinode yang satu dengan sinode yang lain ,” jelas Pendeta yang melayani di Gereja Kristen Bersinar  ini.

Kemudian Habib Jindan Bin Novel Bin Salim yang adalah salah satu penasehat Presiden juga diundang sebagai pemateri  memberi materi tentang sejarah  dari nabi Adam sampai datangnya Nabi isa sesuai yang tertulis di Alquran yang di Alkitab disebut Yesus Kristus. Sekalipun ada perbedaan besar tapi kita tarik benang merahnya bahwa Yesus Kristus lahir dari seorang perempuan yaitu Maria dengan penuh keajaiban dan Mujizat dan kedudukannya sebagai pribadi yang suci. Titik persamaan inilah yang menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati di antara kita.

Sementara para pakar hukum yang menjelaskan tentang hukum kepada para hamba Tuhan dengan menekankan tentang makna Advokasi dalam konteks Gereja mendorong gereja agar membela hak dan kewajiban bagi jemaat. Secara Teologis kita melihat Yesus Kristus membela hak orang yang tertindas.

Di Hari terakhir panitia menghadirkan Kepala Sub Biro Dikmental Pemprov DKI Jakarta yaitu Ust Muchlis yang menjelaskan pedoman umum terkait dengan Pemberian dana Hibah/ Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI). PGLII Sebagai PIC atau koordinator  yang diberi wewenang oleh pemerintah Prov DKI untuk menyalurkan dana Hibah  BOTI tahun 2025 harus bekerja sesuai  pedoman umum dan turunannya yaitu  SOP yang telah dibuat dan telah disetujui bersama oleh 7 Aras Gereja.

Aturan ini wajib  ditaati oleh semua gereja penerima dana hibah BOTI . Untuk tahun depan PM1 dari kelurahan merupakan syarat Mutlak selain  SKTL yang dkeluarkan oleh Kementrian Agama. Untuk diketahui bahwa PM1 ini menerangkan tentang excisting keberadaan Gereja. Ini memang tidak ditawar-tawar lagi. ini juga menguntungkan teman-teman  dari Kristen dalam kaitannya dengan basis data real gereja di jakarta. PM1 satu ini akan menjadi seleksi alam, Gereja-gereja yang berada di PGLII yang masih menjadi Antrian panjang suatu saat bisa maju karena masih terdapat satu gedung yang dipakai oleh beberapa gereja. Jadi ini memang harus disampaikan walaupun pahit adanya,ini aturan untuk kebaikan bersama,  kasian kalo menjadi temuan, yang kena nanti adalah PGLII.

Gathering PGLII ini 3 x diadakan. Kita mau menjadi koordinator atau tidak menjadi koordinator BOTI kita tetap akan melaksanakan Gathering. Tadi dilakukan pemutakhiran data, tujuanya adalah untuk keselarasan data jika terjadi perubahan atau kesalahan, apakah sudah sesuai dengan nama yang diajukan atau tidak. Jangan sampai yang diajukan nama Si A sementara penerima dana adalah si B, seperti ini sama sekali tidak dibenarkan.

Tahun ini PGLII mendapatkan 295 Kuota  sesuai kesepakatan para pimpinan Aras yang berita acaranya telah ditanda tangani bersama oleh para pimpinan Aras dan Kepala Biro Dikmental.

“Kita bersyukur bahwa animo para Hamba Tuhan untuk mengikuti Gathering tahun ini ini sangat besar penuh antusias. Target kami 400 ternyata yang mendaftar mendekati 500 orang”. Dan kebanyakan dari mereka mendaftar di H -2 sampai H-1, bahkan banyak juga yang on the spot ( daftar di tempat) dan ini membuat panitia harus  bekerja  lebih extra, terutama dalam kaitannya  dengan akomodasi dan Kaos yang disiapkan oleh panitia untuk peserta. Namun kami senang karena memliki tim kerja yang solid  yang bekerja dengan tulus penuh semangat, lebih bersyukur lagi karena terget tercapai. Puji Tuhan.

Pdt. Immanuel de Fretes menambahkan bahwa selama kami menjadi pengurus yang mengurus PGLII DKI, Gathering ini merupakan Gathering ketiga . sebagai Evaluasi dari Gathering pertama dan kedua, Gathering  ketiga yang berlangsung di Taman Bukit Palem Resort ini jauh lebih ramai, bukan berarti yang pertama dan kedua tidak ramai, tetapi kali ini lebih ramai.

“Jumlah peserta terbanyak, persiapan panitiapun ok,  termasuk materi pembekalan dan lainnya. Sasarannya lebih jelas.

Lebih lanjut, Immanuel mengusulkan untuk Gathering tahun depan dilakukan sekalian bersamaan dengan Musyawarah Wilayah (Muswil). Tahun depan lebih banyak happines. Sekarang trend CHO tetap CHO alias Cheap Happines Officer artinya kita  memikirkan kebahagian orang lain.

Ditambahkan Pdt. Dr. Johny E. Tambariki sebagai Pengurus PGLII DKI dari pengamatannya tentang kehadiran peserta, melihat bahwa pertemuan ini bermamfaat membangun umat dan membangun Komunitas. Harapannya pertemuan semacam ini ke depan semakin baik.

Yang kedua, informasi yang disampaikan oleh para pembicara yang berkompeten valid dan sangat jelas. Ketiga, pertemuan ini menghasilkan terjadinya komunikasi yang baik antar sinode dan atar gereja lokal.  Ini yang diharapkan karena tagline PGLII jelas yaitu panggilan untuk bersekutu mendorong kita untuk terus semangat dalam pemberitaan  Injil.

“Saya lihat peserta sangat antusias. Memang pertemuan ini sangat padat. Kalau dilakukan tahun depan tinggal merubah sedikit saja. Yang penting hubungan satu dengan yang lain terjalin baik,” demikian tutur  Pdt Johny salah satu Wakil ketua PGLII DKI Jakarta yang juga melayani di Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *