Wartaindo Tapanuli Pasca bencana alam banjir bandang di kawasan Sumatera seperti Aceh, Tapanuli Tengah, Medan dan Sumatera Barat meninggalkan trauma tersendiri. Khususnya apa yang terjadi di Aceh dan Tapanuli. Ribuan rumah luluh lantak bahkan ada yang hilang demikian juga 1000-an nyawa melayang.
Kondisi ini tak sedikit keluarga-keluarga mengalami trauma khususnya kaum ibu dan perempuan. Harti Hartidjah sebagai pemerhati perempuan dan anak terpanggil untuk membantu para korban bencana, ada dua lokasi antaranya Karang Baru dan Rantau.
Sebagai pemerhati perempuan Harti mengatakan bagaimana para ibu yang posisinya cukup berat untuk menghadapi persoalan ini. Bagaimana tidak anak-anak kehilangan tempat tinggal serta kehilangan tempat pendidikan. Selain itu mereka juga pasti kehilangan harta dan tempat perlindungan bahkan kerabatnya.
Dengan menyaksikan kondisi bencana tentu sebagai seorang ibu, Harti mengajak ibu-ibu bangkit dan semangat menuju masa depan agar lebih baik. Karena bagaimanapun kita harus bisa menghadapi semua ini dan terus kembali pada kenyataan hidup.
Saat mengunjungi para korban bencana Harti Hartidjah dewan pengawas Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu bersama beberapa pengurus dan anggota Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu memberikan bantuan kepada para korban berupa sembako,obat-obatan, pakaian dan kebutuhan lainnya.
“Saya berterimakasih kepada para sahabat yang telah memberikan bantuan kepada saudara-saudara yang terkena bencana di Sumatera, terutama kepada perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu selain memberikan bantuan juga beberapa pegurusnya turut terjun langsung ke lokasi pasca bencana”, ujarnya.
Untuk pemberian bantuan salah satunya diterima langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat disaksikan Anggota DPRD Taput Terri Gentar dan Sekretaris BPBD Taput.
Setelah memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana di Tapanuli Utara kemudian melanjutkan pembagian bantuan disalurkan langsung ke mereka yang terdampak bencana di Aceh Tamiang, diantaranya daerah Rantau, Kecamatan Karang Baru dan sekitar kawasan Aceh Tamiang dan sekitarnya.
Uluran tangan dan bantuan sangat diharapkan mereka para korban bencana ini. Sebagai seorang pemerhati perempuan dan anak, Harti sangat merasakan betapa mereka itu perlu mendapatkan pemulihan dari trauma, akibat kehilangan harta beda bahkan keluarganya.
Saat beberapa hari di lokasi bencana ada yang membuatnya trenyuh, saat bersama beberapa kawan-kawan yang datang membawa bantuan. Para Ibu dan anak-anak mengajak bercekerama dan poto bareng dengan penuh sukacita dan tertawa bersama seakan melupakan segala duka yang dialaminya.
Pada kesempatan ini, Harti ingin mengucapkan terimakasih kepada para sahabat dan rekan-rekannya. Terutama para sahabat yang tergabung di perkumpulan marga Yap Indonesia bersatu atas kepeduliannya memberikan sumbangan bagi korban bencana, semoga bantuan ini sedikit mengurangi beban mereka pungkas Harti.