Penumpang Membludak di Halte D’Masiv Petukangan, Warga Ciledug dan Pesanggrahan Diimbau Berangkat Lebih Pagi

Wartaindo Jakarta, 22 Juni 2026 – Warga yang berdomisili di wilayah Ciledug, Pesanggrahan, dan Petukangan diimbau untuk berangkat lebih pagi menuju tempat kerja guna menghindari kepadatan penumpang pada jam sibuk pagi hari.

Kondisi kepadatan penumpang itu disampaikan oleh salah satu awak media yang kebetulan tingal di daerah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.  Berdasarkan pantauan media pada Senin (22/6/2026) pukul 07.32 WIB di Halte D’Masiv Petukangan, antrean penumpang terlihat membludak hingga melebihi kapasitas area tunggu. Kondisi tersebut menyebabkan penumpang saling berdesakan dan dorong-mendorong saat berupaya memasuki armada bus yang datang.

Mayoritas penumpang mengaku berusaha mengejar waktu agar tidak terlambat masuk kerja, mengingat jam tersebut merupakan puncak mobilitas masyarakat menuju pusat-pusat perkantoran di Jakarta.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat pengguna layanan Transjakarta diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dengan berangkat lebih awal, sehingga dapat mengurangi kepadatan pada jam-jam puncak sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan selama menggunakan transportasi publik.

Selain itu, pengelola layanan Transjakarta diharapkan terus meningkatkan tata kelola operasional transportasi, antara lain melalui penambahan frekuensi keberangkatan bus pada jam sibuk, optimalisasi pengaturan antrean penumpang, serta penempatan petugas yang memadai untuk menjaga ketertiban dan keamanan pengguna jasa.

Peningkatan kualitas pelayanan transportasi umum menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat perkotaan, terutama di kawasan penyangga Jakarta yang setiap hari menyumbang mobilitas pekerja dalam jumlah besar. Dengan pengelolaan yang lebih baik dan kesadaran masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan, diharapkan kepadatan pada jam sibuk dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih lancar dan nyaman.

“Transportasi publik yang aman, nyaman, dan tepat waktu merupakan kebutuhan dasar masyarakat perkotaan. Diperlukan sinergi antara operator, pemerintah, dan pengguna jasa untuk menciptakan budaya tertib dan saling menghormati. Dengan berangkat lebih awal dan peningkatan pelayanan Transjakarta, diharapkan mobilitas warga Jakarta dapat berlangsung lebih lancar, manusiawi, dan produktif”, kata seorang karyawan inisial el yang bekerja di salah satu kantor di kawasan Gatot Subroto.

Reporter Widodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *