Wartaindo Jakarta Siswa kelas IV SD berinisial YBR (10) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri. Di lokasi kejadian, aparat menemukan surat perpisahan yang ditujukan kepada ibunya.
Surat tersebut ditulis menggunakan bahasa daerah Bajawa. Dalam pesannya, korban menyebut ibunya bersikap pelit dan meminta agar tidak perlu menangisi kepergiannya. Surat itu diamankan polisi sebagai barang bukti saat proses evakuasi jenazah dari pohon cengkih.
Tragedi bunuh diri seorang anak di tengah gencarnya program pemerintah memperhatikan anak usia sekolah, membuat Harti Hartidjah pemerhati ibu dan anak tinggal di Jakarta memukul kita semua.
“Saya sebagai aktivis perlindungan ibu dan anak, atas bunuh diri anak usia 10 tahun di Ngada NTT ini sangat terpukul”, ujar ibu yang belum lama ini ikut trelibat aktif membantu korban bencana banjir di Sumatera Utara.
Tentu lanjut Harti, peristiwa ini merupakan tamparan kita semua terutama jajaran pemerintahan. Karena tidak semesthinya hal tragis ini terjadi, mengingat kita ini bangsa yang memiliki kekayaan alam yang kaya.
Berangkat dengan adanya kejadian ini bisa menjadi pekerjaan pemerintah, untuk lebih keras lagi upaya memberikan uluran tangannya kepada rakyat yang kurang mampu.
Harti menegaskan bahwa program pemerintan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo sudah sangat baik dalam memperhatikan anak-anak sekolah, khususnya dengan program pemberian makanan bergizi gratis. Karena dengan program makanan bergizi itu akan meningkatkan nilai ketahanan tubuh bahkan dengan makanan yang bergizi itu akan meningkatkan kecerdasan pada anak-anak.
Sebagai seorang ibu sekaligus sebagai pemerhati ibu dan anak, Harti berpesan kepada para pejabat yang terkait yang bersetuhan dengan program-program pemerintah termasuk MBG ini mampu melaksanakan tugas dengan baik.
Bukan saja di sektor pendidikan saja tetapi di lintas sektor seperti program kesehatan, program sosial dan lain sebagainya harus bekerja keras, sehingga program yang sudah baik itu benar-benar bisa dinikmati masyarakat.
Tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak anak-anak di berbagai pelosok negri ini yang menunggu uluran tangan pemerintah.
Sekali lagi Harti sangat prihatin atas tragedi anak gantung diri, sedangkan usianya saja baru 10 tahun tetapi sudah mengalami depresi sangat berat hingga memilih bunuh diri. Atas peristiwa ini, menjadi perhatian bersama bukan saja pemerintah tetapi sebagai sesama anak bangsa dan sebagainya.
Sehingga kejadian seperti ini tak akan terulang kembali, dan bagi ibu-ibu Harti berpesan untuk tidak menganggap sepele jika anak berkeluh kesah, tetapi sebaiknya tetap memperhatikan dan berupaya memahami apa yang menjadi persoalan yang dihadapi anak, pungkasnya berpesan.