Wartaindo Jakarta Natal nasional tahun 2025 di tengah suasana kondisi bangsa yang sedang banyak mengalami kesulitan ditambah dengan adanya bencana di beberapa tempat. Maka, panitia natal kali ini mempertbanyak kegiatan yang sifatnya kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.
Baik membantu saat bencana, memberikan bantuan biasiswa serta merenovasi 100 gereja. Salah satu yang terlibat dalam panitia natal nasional 2025 adalah Pengusaha Nasional James Riady, di mana dalam Rapat Panitia Natal Nasional berlangsung di Aula Grha PGI, pada Jumat 12 Desember 2025 menyampaikan bahwa apa yang dilakukan panitia natal nasional sangat luar biasa terutama berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, pangan, bantuan sosial, penyediaan ambulance, renovasi gereja dan kegiatan lainnya seperti seminar yang berlangsung di pelosok nusantara.
“Dari daftar yang ada, saya kira itu luar biasa. Apalagi kegiatan dilakukan di berbagai pelosok Indonesia membuat Natal berbeda tahun ini,” ungkapnya.
Kata James Riady langsung dihadapan Ketua Umum Natal Nasional Maruarar Sirait, Ketua Pelaksana Pdt. Dr. Jason Balompapueng, sekretaris Raymond Simamora dan panitia lainnya, bahwa untuk Papua natal tahun ini bukan sekedar perayaan saja tetapi terpenting ada kehadiran nyata.
“Natal untuk Papua kita fokuskan ke Papua Pegunungan. Meski wilayah ini jauh tetapi di hati kita tetap dekat,” tuturnya mengawali paparannya.
Lalu James Riady menyampaikan beberapa kegiatan yang dilaksanakan di Papua Pegunungan secara rinci. Antara lain, pembagian 1.000 paket untuk anak-anak Papua Pegunungan.
“Setiap paket terdiri dari sepatu, alkitab dan snack. Ada sesuatu yang dipegang nyata anak-anak dengan natal itu sendiri,” paparnya.
Kemudian, disiapkan 100 paket untuk guru. Tentu hadiah ini bukan hadiah mewah tetapi paket ini diberikan untuk penguatan moral para guru. Berikutnya, pemberian 10 unit lampu tenaga surya. Ini bukan soal teknologi ini tetapi penerangan malam hari. Ini paket natal dengan cahaya sesuai dengan natal sebagai pembawa terang.
Tidak hanya itu, panitia natal juga menyediakan Radio Pendidikan. Juga akan membuat video dan live report Papua Pegunungan supaya bangsa ini bisa melihat dan menyaksikan langsung.
“Kesaksian natal Papua Pegunungan untuk bangsa format 4 menit. Produksi tayangan ini bukan untuk sensasi. Dengan ini, guru dan anak Papua Pegunungan akan ada interaksi dengan presiden. Sehingga Natal benar-benar hadir di Papua pegunungan,” tandasnya.
Yang menarik, ia menambahkan bahwa akan ada pembangunan satu jembatan di Yahukimo. Tujuannya, sederhana jembatan sebagai simbol akses terbukanya pendidikan, akses logistik dan kehidupan bagi warga pegunungan.
“Mungkin satu jembatan untuk kita di Jakarta tidak berarti apa, tapi bagi warga pegunungan Papua itu sangat vital mamfaatnya.”
Kata James, kehadiran jembatan ini nantinya jadi warisan natal. Jembatan metafora, natal membangun hubungan Allah dengan manusia. Pembangunan ini bukan soal anggaran tetapi kesaksian. Yang sedang kita bangun kesaksian nasional natal sederhana bukan terkait angka-angka atau kuantitas.
“Jika natal tidak sampai Papua pegunungan maka natal ini tidak lengkap. Mari jalankan ini dengan integritas dan dengan ketepatan,” ujarnya.
Merespon paparan itu, Ketua Umum Natal Nasional Maruarar Sirait mengapresiasi kerja keras panitia untuk mewujudkan program panitia. Ia mengatakan bahwa James Riady sejak 1991 sudah berbuat banyak di Papua Pegunungan. Karena itu, apa yang digagas tentu akan direalisasikan dengan baik. Seperti diketahui James Riady telah membangun sekitar 10 sekolah dan mendirikanbklinik Siloam di berbagai tempat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini menambahkan disamping Jakarta bahwa ada tiga tempat yang menjadi konsentrasi kegiatan panitia natal yakni Papua Pegunungan, NTT dan Sumut.
Untuk perayaan Natal di Jakarta nanti panitia akan menyediakan 7.000 konsumsi dan 5.000 snack dengan melibatkan 78 pelaku UMKM. Nanti pohon terang akan dibuat dari bahan buah-buahan lokal Indonesia.