Wartaindo Bali Mahasiswa dan Pemuda Kristen yang Tergabung dalam aliansi mahasiswa dan pemuda kristen Bali mengeluarkan manifesto politik setelah pelaksanaan diskusi Ilmiah lintas kampus jumat, 10 Juli 2026. Di Zion Hill Building(Aula Kampus STTIC)sebagai bentuk partisipasi mengawal kebijakan publik tentang korupsi, kedaulatan energi dan kedaulatan fiskal berskala nasional maupun lokal bali.
Pembacaan manifesto politik diwakili oleh Ketua Cabang GMKI Badung Joshua Hutabarat dilanjutkan dengan penandatanganan oleh perwakilan organisasi pemuda dan mahasiswa antara lain dari BEM STTI-C, GMKI Cab.Denpasar, DPD GAMKI Bali, Perwakilan Pemuda Gereja Youth GPT Baithani, BEM STT Pelita Hati.
Diskusi lintas kampus yang dilaksanakan di Aula kampus SSTI-Cornerstone Bali menghadirkan 2 Narasumber utama yaitu Prof. (Accos)Dr. Eli Radianto dan Pdt. Dr. David Henry Parera, diskusi yang di moderatori oleh Ory Heingu Deta dan Moses Ali masing-masing perwakilan dari pemuda dan mahasiswa berlangsung aktif dalam tanya jawab.
diskusi yang didominasi oleh mahasiswa-mahasiswa, pemuda gereja,senior GMKI serta rohaniawan dan dosen STTI Cornerstone.
Prof. (Accos) Dr. Eli Radianto sebagai panelis 1 memaparkan tata kelola program MBG dan Koperasi Merah Putih serta dampak dan penyebab kenaikan BBM Non Subsidi pandangan sebagai akademisi praktis Hukum dan Fiskal bagaimana dalam pengelolaan Hutang negara.
Kondisi tata kelola Program MBG pembentukan BGN yang tidak melihat dari kebutuhan real di masyarakat seolah membuka peluang untuk pemakaian anggaran yang fantastis,dengan melihat hutang APBN saat ini diatas ambang Aman yaitu melampaui 40%
” Pembentukan Badan Gizi Nasional sifatnya Top Down tidak Botton Up” ucapnya
program nasioanal ini harus mereformasi strukturnya. Serta lakukan kajian ulang agar berkesinambungan serta leadership yang baik sehingga peluang korupsi pada progam ini bisa dikendalikan dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Panelis 2: (Rektor STTIC)Pdt. Dr. David Henry Parera, SE., MA.Ce., M.Th., MM
Menjelaskan tentang perspektif Zion’s Doctrine, melawan Roh keserakahan birokrasi, dan penegakan Etika Ilahi dalam kebijakan Publik.
Belajar dari Yeremia 1:7-8 agar kaum muda tidak gentar menyampaikan kebenaran, sekaligus melihat 1Timotius 4:12 dan amsal 31:8-9 kita diingatkan agar menjadi teladan sekaligus bersuara demi membela hak orang-orang yang Tertindas.
“Sudah saatnya kita mahasiswa-mahasiswa Teologi membumi melihat realitas yang terjadi di masyarakat.” ucapnya.
Puluhan mahasiswa, pemuda gereja, pengurus gereja dan rohaniawan berkomitmen mengawal manifesto politik dari Konsorsium Suara Pemuda Kristen Bali.
Manifesto yang dibacakan secara bersama-sama akan disampaikan kepada DPRD Prov Bali, DPRD Kab/Kota se-Bali serta instansi-instansi terkait sekaligus akan audiensi kepada Gubernur, DPRD Prov bersama dengan elemen-elemen organisasi kristen lainnya.(**)