Rektor IAKN Kupang dan Gubernur NTT Dorong Lulusan Jadi Penggerak Pembangunan

Wartaindo Kupang (Kemenag RI) – Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan sarjana. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus harus mampu menjawab persoalan masyarakat, sementara lulusan yang dihasilkan perlu mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Perguruan tinggi dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pendidikan melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan berdampak bagi kehidupan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-X Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang yang berlangsung di GMIT Center, Selasa (29/9/2026). Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., menekankan pentingnya membangun kampus berbasis riset yang tidak menjadi menara gading, tetapi hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong para lulusan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan berkontribusi bagi pembangunan NTT.

Rektor IAKN Kupang menegaskan bahwa perguruan tinggi harus memiliki peran lebih luas daripada sekadar menyelenggarakan perkuliahan dan meluluskan mahasiswa. Kampus harus mampu membaca persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, mengkajinya secara ilmiah, serta menghadirkan pemikiran dan solusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, IAKN Kupang tidak boleh menjadi menara gading yang terpisah dari realitas sosial. Karena itu, penguatan budaya riset menjadi salah satu arah pengembangan institusi. Pengetahuan yang dihasilkan melalui penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi memiliki keterhubungan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata.

Selain penguatan riset, Rektor juga menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Pendidikan tinggi harus terus berbenah agar kompetensi yang diperoleh mahasiswa tetap relevan dengan tantangan yang dihadapi setelah menyelesaikan studi.

Dalam sambutannya, Rektor juga menegaskan komitmen IAKN Kupang untuk bebas dari komersialisasi pendidikan. Ia mengingatkan bahwa pendidikan bukan ladang bisnis sehingga penyelenggaraannya harus dijauhkan dari pungutan yang tidak semestinya. Pendidikan, menurutnya, harus tetap berorientasi pada pengembangan manusia dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Terkait kualitas lulusan, Rektor menyatakan bahwa IAKN Kupang tidak sedang menghasilkan pengangguran. Ia meyakini para lulusan memiliki kompetensi dan kesiapan untuk bersaing di dunia kerja. Keyakinan tersebut didasarkan pada proses pendidikan yang telah mereka jalani selama menempuh studi di IAKN Kupang.

Ia juga mengingatkan bahwa ijazah bukan sekadar selembar kertas. Di dalamnya terkandung kompetensi keilmuan sekaligus tanggung jawab untuk berkarya. Karena itu, para lulusan diminta menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memberikan kontribusi bagi gereja, masyarakat, dan bangsa, serta terus menyuarakan kebenaran dan menjaga integritas di mana pun berada.

Sejalan dengan pesan tersebut, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal dari perjalanan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak boleh hanya menjadi milik pribadi. Ilmu harus digunakan untuk melayani masyarakat, membangun keluarga, memperkuat kehidupan bergereja, dan mengambil bagian dalam pembangunan NTT.

Gubernur juga mengingatkan para lulusan agar tidak cepat puas dengan gelar akademik yang telah diraih. Kecerdasan harus berjalan bersama iman, integritas, karakter, dan kepedulian terhadap sesama. Ia mendorong lulusan IAKN Kupang untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga berani menciptakan peluang dan membuka kesempatan bagi orang lain.

Dalam pesannya, Gubernur mengibaratkan 349 wisudawan sebagai obor yang akan menerangi NTT. Perumpamaan tersebut menggambarkan harapan agar para lulusan mampu membawa pengetahuan, nilai-nilai kebaikan, dan kontribusi positif ke tengah lingkungan tempat mereka mengabdi.

Gubernur juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan para lulusan. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sumber daya manusia terdidik yang memiliki kepedulian dan kemauan untuk mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Dua pesan tersebut memperlihatkan pentingnya hubungan antara pendidikan tinggi dan pembangunan daerah. Perguruan tinggi bertanggung jawab menyiapkan sumber daya manusia serta mengembangkan pengetahuan, sementara lulusan memiliki tanggung jawab untuk menerapkan ilmu dan kompetensinya dalam kehidupan nyata.

Melalui penguatan riset, pembaruan kurikulum, dan pembentukan karakter lulusan, IAKN Kupang diharapkan terus mengambil bagian dalam pembangunan NTT. Sebab, keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya tercermin dari banyaknya sarjana yang diwisuda, tetapi juga dari kontribusi ilmu pengetahuan dan karya para lulusannya dalam membawa perubahan bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.

Released oleh: Merling Messakh (Humas IAKN Kupang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *