Semarak Natal GBI Teleois Savita Garden Inn Menemukan Sah yang Kuat

Wartaindo Sleman  Perayaan Natal Teleios Pray Community Church (TPCC) atau GBI Teleios Yogyakarta pada Selasa sore, 23 Desember 2025, terasa sahdu dan dalam suasana yang meriah. Di tema “Immanuel, Allah Beserta Kita” bukan sekadar dekorasi kata-kata, melainkan sebuah pesan mendalam yang menyatukan hati jemaat dari Yogyakarta, Kulonprogo, hingga para hamba Tuhan dari berbagai denominasi yang hadir memenuhi ruangan dengan semangat persaudaraan yang kental.

Renungan natal disampaikan Gembala Senior GBI Teleios, Pdt. Arief Arianto, dengan khotbah Natal yang menyentuh nurani bertajuk “Sauh yang Kuat bagi Jiwa” berdasarkan kitab Ibrani 6:19. Dengan penuh keyakinan, Pdt. Arief mengingatkan bahwa meski sepanjang tahun 2025 kapal kehidupan mungkin dihantam badai, diguncang situasi sulit, atau doa-doa yang terasa belum terjawab, setiap orang percaya memiliki Yesus sebagai jangkar atau sauh yang kokoh bagi jiwa yang menjamin keamanan di tengah gelombang kehidupan.

Kemeriahan berlanjut pada sesi perayaan yang diawali dengan tradisi Candle Light Service atau penyalaan lilin, yang secara simbolis menandai kemenangan terang atas kegelapan, sebelum kemudian panggung diramaikan oleh berbagai persembahan pujian yang kreatif. Gelak tawa dan rasa gemas mewarnai penampilan anak-anak sekolah minggu dari Teleios Kids yang tampil polos, disusul dengan koreografi apik dari Wanita Bethel Indonesia (WBI) Teleios yang memukau seluruh hadirin. Suasana semakin pecah ketika kaum pria yang tergabung dalam Teleios Man naik ke panggung mengenakan surjan dan blangkon khas Yogyakarta; meskipun harus bernyanyi sambil sesekali melirik teks lagu bahasa Jawa, gerakan jenaka mereka berhasil mengundang tawa dan tepuk tangan meriah, sebelum akhirnya rangkaian pujian ditutup manis oleh penampilan duet jemaat dari Teleios Kulonprogo.

Acara yang berlangsung hingga malam hari tersebut diakhiri dengan pembagian hadiah (doorprize) serta sesi makan bersama yang mempererat tali kekeluargaan di antara jemaat. Meski dikemas dalam kesederhanaan, perayaan tahun ini justru terasa lebih bermakna karena kesederhanaan itu sendiri mencerminkan hakikat kelahiran Sang Immanuel yang datang ke dunia dalam palungan yang rendah. Melalui perayaan ini, jemaat diajak untuk meninggalkan beban tahun 2025 dengan kepala tegak, sebab jika kita siap berlayar bersama Yesus, maka tahun 2026 bukan lagi menjadi ancaman melainkan samudra berkat yang menanti untuk dijelajahi.

Percayalah bahwa setiap badai yang kita lalui hanyalah persiapan untuk melihat kemuliaan Tuhan yang lebih besar di masa depan. Mari melangkah menuju tahun 2026 dengan optimisme yang baru, meletakkan seluruh pengharapan pada iman yang teguh, karena Sang Immanuel berjanji tidak akan pernah meninggalkan kapal kehidupan kita. Bersama-Nya, kita tidak hanya akan bertahan melewati badai, tetapi kita akan keluar sebagai pemenang yang diberkati di samudra kehidupan yang baru. Selamat Natal 2025 dan selamat menyambut tahun kemenangan 2026, Tuhan Yesus memberkati.

Penulis/ Editor: SHN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *