Wartaindo Jakarta Suasana Pasar Burung Barito Jakarta Selatan seperti biasa para pedagang masih menggelar dagangannya di tengah rencana pemerintahan provinsi Jakarta yang akan merelokasi dan membongkar kios mereka. Pedagang Burung Barito ada 137 Kios yang ditempati para pedagang selama puluhan tahun, melakukan penolakan atas kebijakan Pimprov tersebut.
Terkait penolakan pedagang Pasar Burung Barito tersebut Doly Daely salah satu Tim advokasi dari Solidaritas Pedagang Pemasuk Pasar (SP3) di Pasar Burung Barito, Jakarta Selatan Selasa 19 Agustus 2025,Doly bercerita awal mula info relokasi bermula 1 Agustus 2025 para pedagang Pasar Burung Barito akan direlokasi ke pasar Mampang Prapatan, Lenteng Agung dan beberapa titik pasar lainnya di Jakarta..Perihal ini disampaikan oleh Walikota, Camat dan Lurah setempat.
Relokasi ini dinilai tidak ada kajian maka para pedagang menolak untuk direlokasi.
Tempat baru yang akan ditempati para pedagang ini belum ada. “Kemungkinan yang akan dilakukan adalah penggusuran”, cetus Doly.
Tim advokasi mengatakan sudah menyurati Ombudsman RI, melaporkan lurah dan camat atas dugaan intimidasi kepada para pedagang untuk menandatangani sebuah surat kosong. Para pedagang tak mengetahui apa maksudnya surat kosong tersebut. Permintaan tandatangan tersebut Camat atau lurah didampingi oleh TNI/Polri.
“Terkesan ada pemaksaan hingga ada sekitar 3 sampai 5 pedagang yang memberikan tandatangannya”, kata Doly. Peristiwa tersebut disaksikan oleh Tim Advokasi yang kebetulan sedang berjaga dilokasi.
Sempat terjadi perdebatan Tim Advokasi dengan pihak yang meminta tandatangan Para Pedagang. 5 Agustus 2025.
Tim advokasi mempertanyakan urgensinya taman ASEAN itu apa? Apakah Taman ini bisa mensejahterakan masyarakat? Bagaimana dengan kehidupan ratusan Kepala Keluarga yang harus kehilangan mata pencaharian? Ratusan anggota keluarga terancam kelaparan.
Bila ada pemaksaan atau penggusuran sepihak dari pemerintah kota Jakarta Selatan maka Tim advokasi akan melakukan upaya hukum. Sampai berita ini diturunkan Tim advokasi mengaku belum menerima surat peringatan (SP) dari Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
Para pedagang tidak pernah dilibatkan dalam rencana pembangunan dilokasi tersebut. Sudah dilakukan peletakan batu pertama.
Tim advokasi menduga ada kepentingan swasta dalam proyek taman ASEAN ini. Kalau untuk kepentingan publik mestinya sudah ada pemberitahuan dan melibatkan warga yang terdampak dari pembangunan tersebut. Ada kerjasama apa antara Swasta dengan pemerintah kota Jakarta Selatan?
Pasar Burung Barito Jakarta Selatan ini sudah menjadi ikon di Jakarta Selatan dan sudah berusia 45 tahun. “Usianya sudah separuh dari usia 80 tahun kemerdekaan Indonesia”, ujar Doly.
Keberadaan Kios-kios Pasar Burung Barito Jakarta Selatan ini tidak mengganggu keberadaan Taman Langsat ataupun diatas Trotoar melainkan lahan yang memang sudah ditetapkan oleh pemerintah Provinsi Jakarta.
“Kami sudah menyurati mulai dari Provinsi hingga ke tingkat kelurahan. Tim advokasi bersama pedagang siap berdiskusi dengan seluruh pemangku jabatan”, jelasnya.
Tim advokasi mengaminkan bahwa kegiatan ekonomi di Pasar Burung Barito Jakarta Selatan baik dan tinggi. “Isu relokasi ini berdampak lesunya penjualan di Pasar ini”,. Kami usulkan kepada Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta untuk mengkolaborasikan pembangunan Taman ASEAN dengan keberadaan Paaar Burung Barito. “Taman dan burung-burung memberi daya tarik bagi pengunjung taman”, pungkas Doly.
Beberapa pedagang saat ditemui seperti Warno pedagang burung mengatakan harusnya pemerintah membuat kebijakan yang berpihak dengan masyarakat. Apalagi di tengah oersoalan ekonomi yang sulit, lapangan kerja sedikit dan PHK terjadi di mana-mana. Sementara kami yang sudah puluhan tahun berdagang disini akan di relokasi. Warno bercerita dengan sedih tak mudah mencari pelanggan kalaupun di pindah tempat baru perlu proses panjang.
Untuk itu Warno berharap sebagai pedagang tidak menolak rencana penataan taman yang akan menjadi taman ASEAN harapannya pedagang burung dilibatkan menjadi bagian dalam penataan taman tersebut.
“Kami siap menjaga kebersihan dan ketertiban sehingga taman tetap nyaman dan indah sebagai tempat rekreasi masyarakat Jakarta”, tukasnya berharap.
Penulis : Endharmoko
Editor Yusuf