PENDAHULUAN
Wartaindo Jakarta Ekonomi-Politik Pancasila adalah konsep besar yang memadukan semangat kebangsaan, keadilan sosial, dan kemandirian ekonomi sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan pemahaman mendalam terhadap konsep ini, maka diselenggarakan “Sekolah Pemikiran dan Kelas Kejeniusan” oleh Nusantara Centre. Kegiatan ini bekerja sama dengan berbagai lembaga strategis dan tokoh nasional.
Program ini dirancang sebagai kampanye, dan ruang intelektual-kultural untuk mendiskusikan, merumuskan, dan menyebarluaskan gagasan Ekonomi-Politik Pancasila. Inilah jalan keluar dari krisis multidimensi dan ketergantungan ekonomi kolonial; melahirkan Ekonom-ekonom Pancasilais; mendukung Pemerintah merealisasikan pesan pasal 33 UUD 1945; mendorong percepatan UU Perekonomian Nasional segera terwujud.
TUJUAN KEGIATAN
1. Menyebarluaskan gagasan Ekonomi-Politik Pancasila secara sistematik dan ilmiah;
2. Menumbuhkan kader-kader intelektual yang memahami dan mengembangkan nilai-nilai Ekopol Pancasila;
3. Menjadi ruang strategis bagi perumusan arah kebijakan ekonomi nasional;
4. Menyusun rancangan Undang-undang Ekonomi Politik Pancasila sebagai landasan hukum ekonomi Indonesia masa depan;
5. Mentradisikan kurikulum ekopol Pancasila
WAKTU DAN TEMPAT
1. Setiap Sabtu, pukul 13.30 s.d. 17.00 WIB
2. Tempat: Museum Bank Indonesia, Jakarta Barat
SUSUNAN MATERI DAN PEMATERI
1. Ontologi, Epistemologi, Aksiologi Ekonomi Politik Pancasila
Pengantar: Yudhie Haryono
Moderator: Haris Nusantara
2. Pancasila, Spiritualitas dan Ekonomi Indonesia
Pengantar: Ichsanuddin Noorsy
Moderator: Irma Harahap
3. Pemikiran Ekopol M. Hatta dan HB IX
Pengantar: Ryo Disastro
Moderator: Adiyaksa Wibowo
4. Pemikiran Ekopol Soemitro Djojohadikusumo dan Mubyarto
Pengantar: Agus Rizal
Moderator: Yaya Sunaryo
5. Desain UU Ekopol Pancasila demi Peradaban Indonesia
Pengantar: Joe Marbun
Moderator: Asari Nusantara
6. Dari Ekonomi Kolonial ke Ekonomi Berdaulat dan Berdikari
Pengantar: Ali Enviro
Moderator: Pratama Nusantara
7. Strategi Menghadapi Tantangan Ekonomi Digital dan Globalisasi
Pengantar: Narasumber Tamu (Ahli Ekonomi Digital)
Moderator: Tim Digital Nusantara
Materi ini membahas:
1. Dampak ekonomi digital terhadap UMKM dan kedaulatan data
2. Ketimpangan akses digital dan tantangan inklusi
3. Peran ekonomi kreatif dan teknologi dalam visi Pancasila
4. Etika dan kearifan lokal dalam ekonomi berbasis platform
Tambahan Narasumber Tamu:
Untuk memperkaya perspektif dan memperluas dampak kegiatan, sejumlah narasumber tambahan dari kalangan pejabat dan pakar ekonomi nasional turut hadir sebagai pembicara tamu pada sesi tertentu, antara lain (opsional):
1. Aviliani – Ekonom senior INDEF, ahli kebijakan fiskal dan UMKM.
2. Abdul Rohman – Deputi Bidang Ekonomi Bappenas.
3. Didik J. Rachbini – Rektor Univ Paramadina.
Partisipasi mereka memberikan wawasan praktis mengenai kebijakan ekonomi nasional, tantangan global, serta peran Pancasila dalam reformasi ekonomi Indonesia.
PESERTA DAN FASILITAS KEGIATAN
Terbuka untuk umum (kuota terbatas 50 peserta per angkatan).
Peserta mendapatkan: kaos, buku, makalah, sertifikat, kopi/snack, dan akses jaringan.
ANGGARAN KEGIATAN
Seluruh anggaran kegiatan ini adalah tujuhpuluh lima juta rupiah.
DOKUMENTASI DAN EVALUASI PROGRES
1. Progres Report (hingga pertemuan ke-4);
2. Jumlah peserta aktif: min 47 orang;
3. Kehadiran rata-rata per sesi: 91%;
4. Kualitas diskusi: aktif, interaktif, dan kritis;
5. Dokumen makalah: Telah tersedia dan dibagikan di setiap sesi;
6. Pengumpulan gagasan peserta: Telah terkumpul 32 naskah reflektif sebagai kontribusi penguatan materi
EVALUASI
1. Antusiasme peserta tinggi, banyak peserta menyatakan ketertarikannya untuk memperluas studi ini menjadi forum kajian dan advokasi kebijakan ekonomi.
2. Telah dibentuk Tim Kecil penyusun draf awal naskah akademik UU Ekopol Pancasila.
DAMPAK YANG DIPEROLEH DARI PROGRAM
1. Peningkatan Literasi Ekonomi-Politik: Peserta mampu membedakan antara ekonomi kolonial dan ekonomi Pancasila secara konseptual dan praktis.
2. Transformasi Pola Pikir: Muncul kesadaran baru untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada sistem ekonomi liberal global.
3. Jaringan Intelektual dan Advokasi: Terbentuk jejaring strategis antar peserta, pengajar, dan organisasi pendukung untuk mengawal gagasan ini ke level kebijakan publik.
4. Produksi Gagasan Orisinil: Lahir puluhan makalah, refleksi, dan analisis ekonomi-politik yang kontekstual dengan situasi Indonesia kontemporer.
5. Langkah Strategis Menuju Legislasi: Pembentukan Tim Penyusun Draf Undang-undang Ekopol Pancasila sebagai langkah konkret menuju perubahan struktural.
6. Hasil Spesifik bagi Peserta Profesional:
7. Bagi Ekonom: Mendapat basis epistemologis baru untuk menganalisis krisis ekonomi nasional dan menawarkan solusi berbasis Pancasila.
8. Bagi Pengajar/Dosen: Memperkaya kurikulum pembelajaran dengan sudut pandang kebangsaan dan spiritual ekonomi.
9. Bagi Perusahaan: Meningkatkan kesadaran sosial korporat serta membuka potensi kolaborasi strategis dalam mendorong ekonomi nasional yang inklusif dan berkeadilan.
FEEDBACK DAN MANFAAT BAGI SPONSOR/PERUSAHAAN
Perusahaan yang mendukung kegiatan ini mendapatkan:
1. Brand Exposure Positif: Nama dan logo perusahaan akan ditampilkan dalam setiap materi publikasi, sertifikat peserta, backdrop acara, dan laporan kegiatan.
2. Citra Perusahaan Progresif: Mendapat pengakuan sebagai perusahaan yang mendukung kemajuan pendidikan dan nasionalisme ekonomi.
3. Akses Jaringan Intelektual dan Kebijakan: Kesempatan terhubung langsung dengan tokoh nasional, pengambil kebijakan, akademisi, dan aktivis yang potensial dalam kolaborasi jangka panjang.
4. Kontribusi terhadap Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR): Dukungan ini tercatat sebagai kontribusi nyata dalam bidang pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
PENUTUP
Sekolah Pemikiran Dan Kelas Kejeniusan bukan hanya ruang diskusi, melainkan juga rumah persemaian gagasan kebangsaan. Dengan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya ekonomi-politik yang berlandaskan Pancasila, kami yakin bahwa masa depan Indonesia dapat dibangun dengan adil, mandiri, dan bermartabat.
“Kemerdekaan yang paling sulit adalah kemerdekaan ekonomi”
Hormat kami,
Tim Pelaksana Nusantara Centre
Kontak: +62 812-1319-6288
Website: www.nusantaracentre.com
Email: moripras@gmail.com / rianpraso6@gmail.com