ABAD PARA KALANGWAN

Wartaindo.id Jakarta Kalangwan adalah mereka yang tenggelam dalam kuasa kata dan rupa, yang terpesona serta mabok dalam keindahan.

Sejak abad ke VII, mereka menyuling kata dan menciptakan bahasa untuk membangun masyarakat yang terbayangkan (imagined communities), sebagai dasar dari pembentukan bangsa.

Mulai dari prasasti, kisah yang terpahat di Candi, pertunjukan wayang hingga kidung dalam sastra klasik ; mereka menggunakan nama samaran untuk memperkukuh komunitas. Tradisi para kalangwan diteruskan secara turun temurun, dari generasi ke generasi hingga menenun rantai kesadaran dan ikatan bersama.

Para kalangwan semasa (kontemporer) yang hidup dan berkarya pada abad 20, adalah mereka yang bergumul dalam pembentukan bahasa Indonesia. Mereka mengolah bahasa dan mencipta karya sastra sebagai penanda zamannya. Mulai generasi Balai Pustaka, Angkatan Revolusi hingga Generasi Pembangunan ; masing masing meninggalkan ciri dan karakter yang khas.

Semenjak Jakarta dipilih sebagai kota literasi dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO, pada tahun 2022, mulai diselenggarakan peringatan seratus tahun kelahiran para sastrawan atau Kalangwan.

Pada tahun 2024, Indonesia memperoleh kehormatan dengan diperingati secara internasional sosok Kalangwan Ali Akbar Navis. Saat yang tepat untuk memperingati secara teratur para pencipta imajinasi.

Para Kalangwan yang diperingati kelahiran abad pada 2024 adalah : Ali Akbar Navis, Sitor Situmorang, Subagio Sastrowardojo, Pramudya Ananta Toer, Ali Audah, Ali Murtopo, Ahmad Sadali dan Ilen Suryanegara.

Penulis Jacob Ereste

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *