Jakarta-wartaindo Berbicara mengenai Taliban agar memperoleh berita yang berimbang di tengah derasnya berita negatif tentang kemenangan Taliban, tak afdol kalau belum mendengar langsung dari tokoh Nahdlatul Ulama, tentang siapa Taliban KH. Abdul Manan Gani Pengurus PB NU berkenan menyampaikan pandangannya mengenai Taliban,
Sudah selama 20 tahun PB NU berkomunikasi dengan berbagai kelompok di Afganistan. Mendekati ulama-ulama di Afganistan. Di bawah kepemimpinan KH. Said Aqil Sirajd sudah merintis jalan perdamaian di Afganistan. Berkomunikasi dengan pimpinan Taliban yang di Qatar. Beberapa kali pertemuan di Turki dan Qatar. Dan kemudian juga sudah melaporkan ke Presiden Jokowi pada periode pertama.
“PB NU berkomunikasi juga dengan Presiden Afganistan Gani. sesungguhnya Taliban itu bukanlah Wahabi. Waktu itu saya diminta PB NU berkomunikasi dengan Taliban di Jakarta. Pada pertemuan tersebut diungkapkan perwakilan Taliban bahwa bila Taliban Berkuasa menginginkan pemerintahan yang terbuka, berhubungan dengan siapa saja termasuk Indonesia”, tandasnya mencoba menjelaskan tentang Taliban.
NU sendiri lanjut KH Abdul Gani sudah memberikan beasiswa bagi warga Afganistan untuk di Perguruan Tinggi NU di Semarang. Sudah ada Jamayah Nahdatul Ulama di 20 Propinsi di Afganistan. Memang bukan secara organisasi bagian dari NU tapi mengadopsi pemikiran-pemikiran NU baik itu segi Pemikiran, dari segi Aliyah, berbangsa dan bernegara.
NU berperan terhadap ulama Afganistan. Ada tiga syarat yang di sampaikan ke Taliban dalam proses peralihan kekuasa Asraff Gani yang sudah 20 tahun berkuasa dibantu Amerika. Pertama penyebutan Taliban sebagai teroris harus dihilangkan sebab bukan ISIS ataupun Al Aqaeda. Kedua, Amerika harus pergi dari Afganistan, kami ingin membangun pemerintahan sendiri dan bersama-sama. Dan ketiga meminta presiden Afganistan Gani untuk melibatkan seluruh faksi dalam pemerintahan.
Untuk itu KH Abdul Gani mengajak tidak perlu ada kekhawatiran-kekuatiran, atas peralihan kekuasaan oleh Taliban. Sebab di Semua propinsi di Afganistan sebenarnya Taliban masih berkuasa. Kita kasih kesempatan satu sampai dua bulan ke depan Taliban membangun pemerintahan sesuai dengan komunikasi yang disampaikan ke PB NU selama ini.
Janji Taliban akan menciptakan Pemerintahan yang terbuka dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. Mereka sudah melihat pesantren-pesantren NU dan akan menerapkan bahwa perempuan boleh bersekolah dan bekerja.
“Kami berharap Taliban bisa menguasai kelompok-kelompok lain semisal sisa-sisa Al Aqaeda dan bahkan mungkin lSIS. Sebab ada kesamaan perspektif baik keagamaan dan Al Sunnah Wal Jamaah, Amaliyah dan Hanafiah. Yang penting’, ungkap Kyai yang ramah ini.
Mengenai kekuatiran adanya kebangkitan kelompok-kelompok berpaham Wahabi yang mengiringi peralihan kekuasaan ke Taliban. Bagaimana publik dapat yakin bahwa Taliban tidak seperti yang di sampaikan berbagai media Selama berkomunikasi dengan NU, Taliban banyak belajar dari Indonesia.
Di Indonesia ada beratus ratus suku, kepulauan dan kelompok sosial, ras dan agama tapi bisa menyatu sementara Afganistan yang hanya satu dataran dan 8 suku tapi tidak bisa bersatu?. Karena itu mereka belajar dari Indonesia yang sudah lebih maju membangun kebhinekaan, kebangsaan. Termasuk mereka belajar Pancasila. Tidak terjadinya pertempuran antar kelompok di Afganistan menandakan mereka belajar dari Indonesia sejak 10 tahun terakhir ini berkomunikasi. Dan kami NU belom dapat berkomunikasi dengan NU di Afganistan untuk mengetahui kabar terakhir jadi kita sama2 lihat perkembangan kedepan.
Menurut KH. Abdul Gani Arti Taliban itu adalah Pelajar atau di Indonesia kita kenal tentara pelajar. Taliban ini terbentuk saat terjadi invansi Uni Soviet dan kelompok ini berhasil mengusir Uni Soviet dari Afganistan.
Terbentuklah pemerintahan Mujahidin Afganistan yang dipimpin oleh Rabbani. Namun faksi-faksi yang ada tetap berkonflik dan angkat senjata satu sama lain. Dan Taliban berhasil mengganti pemerintahan dan memimpin pemerintahan.
Kelompok ini lahir dari sekolah-sekolah madrasah-madrasah dan pesantren yang ada di Afganistan. Pasca penyerangan di Amerika dengan runtuhnya gedung World Trade Center (WTC) Amerika mengejar pelaku sampailah kepada satu nama yang di sangkakan menjadi otak penyerangan tersebut yaitu Osama Bin Laden.
Dan sejak 20 tahun terakhir Amerika datang dan “menguasai” Afganistan. Pemerintahan yang dibentuk Amerika banyak terjadi korupsi dan seterusnya. Yang berhadapan di Afganistan sebenarnya adalah Taliban melawan Amerika.
Termasuk pemerintahan boneka Afganistan. Banyak milisi Taliban yang ditangkap Amerika dan Dipenjara Di Guantanamo. Bahkan calon Presiden yang diusung Taliban ini menghabiskan 15 tahun di penjara Guantanamo. Usai keluar penjara mereka ini hidup dalam pengasingan. Dan dalam pengasingan inilah mereka membangun komunikasi dengan berbagai pihak termasuk diantaranya NU di Indonesia. Moko