Wartaindo Jakarta Sejak Republik Indonesia merdeka dan terbentuk kabinet pertama tahun 1946, baru kali ini Kementerian Agama RI menyelenggarakan Perayaan Natal yang melibatkan ASN dan seluruh keluarga dan undangan.
“Selain di Direktorat Jenderal Bimas Kristen dan Katolik, ASN non muslim juga tersebar di berbagai direktorat lainnya di Kemenenag. Perayaan Natal kali ini menjadi awal sejarah yang kiranya akan terus diselenggarakan oleh Kemenag setiap tahunnya sebagai peringatan akan lahirnya figur teladan yang di imani umat,” ujar Menteri Agama RI, Prof. KH. Nazaruddin Umar dalam sambutannya.
Festival Kasih Nusantara Kementerian Agama 2025, Menag mengharapkan agar umat dapat meneladani contoh apa yang Tuhan Yesus perbuat. Atas dasar kasih Menag mengharapkan agar umat turut prihatin atas bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Jawa (Semeru).
“Dalam Perayaan Natal ini, mari kita tunjukan bahwa saudara-saudara kita yang tertimpa bencara tidak sendiri,” jelas Menag di Taman Mini (29/12).
Merujuk pada program kerja Kemenag yang mengusung pendekatan Ekoteologi, Menag mengharap agar umat menjaga alam semesta dengan membangun kesadaran untuk bersama merawat bumi sebagai ciptaan.
Dengan tema “C-Light ‘Christmas Love in God, Harmony Together”, Perayaan Natal diikuti sekitar 2.500 undangan secara luring maupun daring. Ketua Panitai, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Jeane Marie Tulung, menyebut perayaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan iman untuk memperkuat solidaritas bangsa.
Rangkaian Perayaan Natal Kemenag 2025 ini dilakukan dengan serangkaian kegiatan kasih. Jeane dalam laporannya, sudah dilakukan berbagai aksi sosial.
“Bagi saudara-saudara kita yang mengalami musibah, kami telat melakukan berbagai aksi sosial. Terkhusus bagi anak-anak agar mereka dapat kembali tertawa. Juga kami lakukan bakti sosial keberbagai panti asuhan diberbagai daerah. Aksi bersih-bersih gereja yang dengan melibatkan umat muslim.”
Sebagai Perayaan Natal pertama di lingkungan Kemenag, perayaan ini sebagai bentuk pernyataan iman. Jeane ingin mengimplemntasikan apa yang menjadi kerja Kemenag untuk berkomitmen membangun kerukunan lintas agama dan lintas generasi.
“Harapannya agar generasi muda, belajar dari pengalaman generasi sebelumnya. Dengan demikian akan terbentuk karakter yang kuat dan beriman.”
Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Ivan Kristiono dan Romo RD. Kol. (Purn) Yos Bintoro sebagai pembawa Doa Syafaat. Turut hadir dalam perayaan ini Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha yang turut menghibur peserta dengan menyanyikan lagu “Laskar Pelangi”, perwakilan dari Kapolri, Kepala Otorita IKN Nusantara yang diwakili oleh Troy Pantouw, para Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama.