Wartaindo.id Jakarta Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit yang disebabkan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, dan stroke. Setiap tahunnya lebih dari 36 juta orang meninggal karena Penyakit Tidak Menular (PTM). Serangan yang ditimbulkan akibat serangan penyakit jantung menyebabkan seseorang akan mengalami gangguan fungsional tubuh.
Gangguan fungsi tidak hanya terkait dengan organ jantung, tetapi juga mempengaruhi tubuh secara sistemik, bahkan mempengaruhi fungsi psikososial. Untuk meningkatkan upaya pencegahan komplikasi dan meminimalisasi gangguan fungsi tubuh akibat serangan penyakit jantung diperlukan upaya deteksi dini gejala maupun serangannya. Untuk menyikapi hal itu Prodi Keperawatan Fakultas Vokasi UKI mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dan berkontibusi menyelenggarakan penyuluhan kesehatan tentang “Deteksi Dini dan Pertolongan Pertama Pada Pasien Serangan Jantung di Kelurahan Cawang” pada tanggal 16 Desember 2024.
Untuk mendukung kegiatan PkM ini, sebanyak 50 warga mendapat pembekalan dari tim PkM UKI yang dipimpin oleh Ns. Yanti Anggraini, S.Kep.,M.Kep, Ns. Sri Melfa Damanik, S.Kep.,M.Kep.,Sp.An. Kegiatan ini dilakukan bersama tiga mahasiswa dari Prodi DIII Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia, Jeremi, Chelsea dan Stevlyn. Mengawali kegiatan ini, peserta diukur Tekanan darah, nadi oleh ketiga mahasiswa perawat. Kemudian peserta akan mengisi link pre kuesioner tentang deteksi dini serangan jantung.
Ns. Sri Melfa Damanik, S.Kep., M.Kep., Sp. Kep.An yang membawa materi tentang deteksi dini dan pencegahan penyakit jantung koroner dan diikuti oleh narasumber kedua Ns. Yanti Anggraini, S.Kep.,M.Kep, yang membawa materi tenatng deteksi dini dan pencegahan penyakit gagal jantung. Dalam pemaparannya Ns. Sri Melfa Damanik, S.Kep.,M.Kep.,Sp.An menuturkan bahwa penyakit jantung Koroner adalah penyakit yang terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah arteri koroner yang bertugas menyuplai darah ke otot jantung.
“Adapun pencegahan yang dapat dilakukan yaitu mengadopsi pola makan sehat. Selain itu perlu menjaga pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, mengurangi konsumsi garam, gula, dan lemak jenuh, berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok, rutin berolahraga (minimal 30 menit per hari, 5 kali seminggu). Selian itu, perlu mengelola stres melalui relaksasi, yoga, atau meditasi, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala (cek tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol,” ujar Ns. Sri.
Sementara Ns. Yanti Anggraini, S.Kep.,M.Kep mengajarkan tanda gejala, klasifikasi, pencegahan penyakit gagal jantung serta tahapan melakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk para awam.
“Penatalaksanaan pasien gagal jantung adalah dengan beristirahat dengan posisi setengah duduk, menggunakan oksigen binasal kanul, membatasi makan diet sodium 2-4 gram per hari serta mengurangi stress” jelasnya.
Setelahnya Ns. Yanti Anggraini, S.Kep.,M.Kep mempraktekan langkah -langkah BHD dan dikuti oleh seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut didampingi oleh kedua dosen dari Prodi DIII Keperawatan Fakultas Vokasi UKI. Seluruh peserta yang hadir sangat antusias mencoba cara melakukan BHD. Dalam hal ini peserta yang hadir mendapatkan pengetahun tentang bagaimana cara melakukan Bantuan Hidup dasar yang benar.
Mengakhiri kegiatan dilakukan pengisian link kuesioner post test tentang deteksi dini dan penyegahan penyakit serangan jantung dan pembagian souvenir serta berfoto seluruh peserta kegiatan. Para peserta yang mengikuti kegiatan PkM ini merasa mendapatkan pemahaman baru tentang deteksi dini dan pencegahan penyakit serangan jantung. Setelah pelatihan ini mereka mengaku memiliki kepercayaan baru untuk dapat melakukan tindakan BHD bila ada kerabat dan teman yang terkena penyakit serangan jantung.