Tuai Sukses Pentas Teater Njonja Atie Soetji di Art. Ciputra Jakarta

Wartaindo Jakarta Pementasan perdana teater bertajuk “Njonja Atie Soetji” sukses memukau para penonton di Ciputra Artpreneur, Jakarta, 30 Oktober 2026 di  hari pertama pelaksanaannya. Teater dengan mengangkat kisah nyata Aw Tjoei Lan, pendiri Yayasan Hati Suci yang gigih melawan perdagangan perempuan dan anak di era kolonial, lakon ini tidak hanya menyajikan tontonan sejarah yang apik, tetapi juga pesan kemanusiaan yang mendalam dan perjuangan seorang perempuan atas sesamanya.
​

Ada tangan yang dingin di balik kemegahan panggung teater malam itu, di mana sebelum menjadi sebuah pertunjukan teater terdapat riset mendalam yang dilakukan oleh sang penulis naskah, E.D Jenura.

Kata Jenura, pementasan ini awalnya hanya dikonsepkan sebagai sebuah monolog, namun akhirnya berkembang menjadi pertunjukan berskala besar yang turut melibatkan partisipasi langsung anak-anak dari Yayasan Hati Suci.

​”Saya melihat bahwa privilege (hak istimewa) yang dimiliki oleh Aw Tjoei Lan ini dipakai untuk sesuatu hal yang baik, untuk membantu sesamanya. Itu nilai-nilai yang saya pikir harus diangkat dan dijadikan teladan oleh generasi mana pun,” ungkap E.D Jenura saat menceritakan pesan moral naskahnya.

Ia juga menyebutkan adanya penambahan karakter-karakter fiktif, seperti tokoh mucikari, untuk memperkuat unsur dramatis dan keseruan di atas panggung.

​Megahnya pementasan teater ini juga menjadi pengalaman berharga bagi aktris Chloe Leman, yang memerankan tokoh kontroversial bernama Su Yun. Chloe, yang sebelumnya lebih banyak berkecimpung di dunia iklan dan FTV, mengaku sangat puas dengan penampilan di hari pertamanya.

Untuk mendalami karakternya, ia bahkan menggali inspirasi dengan menonton film-film bertema serupa seperti Memoirs of a Geisha dan 12 Years a Slave.

​”Jujur aku senang banget sama hasil yang kita perform hari ini… stage-nya alive (hidup) banget,” ujar Chloe antusias.

Ia juga merasa sangat bersyukur dapat beradu akting dengan aktor-aktor teater senior yang sangat rendah hati dan terbuka dalam membangun chemistry. Menutup wawancaranya, Chloe berpesan kepada generasi muda untuk berani mencoba menonton teater. “Tak kenal maka tak sayang… give it a try aja guys,” ajaknya.

​Membangkitkan Kebanggaan Masyarakat Majalengka
​Kisah inspiratif Nyonya Aw Tjoei Lan rupanya juga membawa kebanggaan tersendiri bagi warga Kabupaten Majalengka. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka, Rachmat Kartono, S.STP., M.Si., yang hadir langsung menonton pementasan, mengaku sangat takjub melihat kisah pahlawan dari daerahnya diangkat ke panggung nasional.

​”Tampilannya dikemas dengan sangat apik, kemudian ceritanya juga sangat menggugah karena ini bercerita tentang sosial kemanusiaan, perlindungan perempuan dan anak,” tutur Rachmat.

​Ia memaparkan bahwa Aw Tjoei Lan adalah tokoh kelahiran Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, yang justru kiprahnya belum banyak diketahui oleh masyarakat di tanah kelahirannya sendiri. Rachmat berharap lakon sejarah ini kelak bisa diboyong ke daerah asalnya.

​”Mudah-mudahan ke depan bisa berkolaborasi dengan Kabupaten Majalengka. Ini akan menjadi magnet baru untuk pariwisata di Kabupaten Majalengka, terutama dalam seni teater,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *