Seribu Hati Untuk Anak-anak Terdampak Pemenjaraan Orang Tua

 

Memperingati Hari Anak Nasional, Seribu “Hati” Dibagikan di Jakarta Untuk Suarakan Hak Anak-anak yang Terdampak Pemenjaraan Orang Tua.

 

Wartaindo Jakarta, Juli 2026 – Sebanyak 1.000 flyer berbentuk hati habis dibagikan dalam waktu kurang dari dua jam di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta. Melalui kampanye bertajuk “1000 Hati untuk Anak-anak yang Terdampak Pemenjaraan Orang Tua”, Yayasan Rumah Lam Horas bersama Lam Horas Film mengajak masyarakat mengenal kelompok anak yang selama ini masih jarang diketahui dan mendapat perhatian, yaitu anak-anak yang lahir dan dibesarkan di dalam penjara serta anak-anak yang memiliki orang tua di penjara.

Kampanye yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 tersebut berlangsung di kawasan sekitar FX Sudirman dan Gelora Bung Karno (GBK) dengan melibatkan sembilan orang relawan. Selain membagikan flyer, para relawan juga mengajak masyarakat berdialog mengenai kondisi anak-anak yang terdampak pemenjaraan orang tua serta pentingnya menghapus stigma dan memberikan dukungan kepada mereka.

Banyak masyarakat belum mengetahui bahwa di Indonesia terdapat anak-anak yang mengawali kehidupannya di dalam penjara karena ibunya sedang menjalani masa pidana. Mereka bukanlah narapidana, melainkan anak-anak yang tetap memiliki hak untuk memperoleh kasih sayang, perlindungan, kesempatan bermain, pendidikan, serta tumbuh dan berkembang secara optimal sebagaimana anak-anak lainnya.

Di sisi lain, ribuan anak harus menjalani masa kecil tanpa kehadiran ayah atau ibu yang sedang berada di penjara. Selain kehilangan figur orang tua, mereka juga sering menghadapi stigma sosial, keterbatasan untuk bertemu dengan orang tua, hingga tekanan emosional yang dapat memengaruhi rasa aman, kesehatan mental, dan tumbuh kembang mereka.

Kampanye “1000 Hati” bukanlah kegiatan yang berdiri sendiri. Kampanye ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Lam Horas Film dan Yayasan Rumah Lam Horas dalam memperjuangkan pemenuhan hak-hak anak yang terdampak pemenjaraan. Komitmen tersebut bermula dari produksi film Invisible Hopes yang dirilis pada tahun 2021 yang mengangkat kehidupan anak-anak yang lahir dan dibesarkan di dalam penjara serta narapidana perempuan hamil. Film tersebut meraih Piala Citra Festival Film Indonesia 2021 dan menjadi titik awal lahirnya berbagai kegiatan edukasi publik, impact campaign, serta advokasi yang hingga kini terus dilakukan.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Lam Horas Film dan Yayasan Rumah Lam Horas secara konsisten mendorong pemenuhan hak-hak narapidana hamil, anak-anak yang lahir dan dibesarkan di dalam penjara, serta anak-anak yang terdampak pemenjaraan orang tua mereka. Kampanye “1000 Hati” merupakan salah satu bentuk keberlanjutan dari komitmen tersebut.

Melalui kampanye ini, Yayasan Rumah Lam Horas ingin mengingatkan bahwa hukuman dijatuhkan kepada pelaku tindak pidana, bukan kepada anak-anak mereka.

“Seorang anak tidak pernah memilih di mana ia dilahirkan ataupun siapa orang tuanya. Namun setiap anak berhak tumbuh dengan kasih sayang, perlindungan, dan harapan. Kampanye ini mengajak masyarakat melihat mereka sebagai anak-anak yang membutuhkan dukungan, bukan sebagai bagian dari kesalahan orang tuanya,” ujar Lamtiar Simorangkir, Sutradara Invisible Hopes sekaligus Ketua Yayasan Rumah Lam Horas.

Flyer berbentuk hati dipilih sebagai simbol kasih sayang dan kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yang sering kali tidak terlihat dalam sistem peradilan. Pada setiap sisi flyer terdapat informasi singkat mengenai kondisi mereka serta pesan reflektif yang diharapkan dapat menggugah empati publik.

Respons Masyarakat

Selama kegiatan berlangsung, banyak masyarakat mengaku baru mengetahui bahwa terdapat anak-anak yang lahir dan dibesarkan di dalam penjara. Mereka juga menyadari bahwa selama ini isu anak-anak yang memiliki orang tua di penjara luput dari perhatian mereka. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang bersedia berhenti sejenak untuk menerima flyer, berdialog dengan relawan, serta menyampaikan dukungan terhadap pemenuhan hak-hak anak yang terdampak pemenjaraan orang tua. Dalam waktu kurang dari dua jam, seluruh 1.000 flyer berbentuk hati berhasil dibagikan kepada masyarakat.
“Saya sebagai seorang ibu dan juga nenek merasa anak-anak butuh banget ada yang melindungi, memberikan rasa aman, menimbulkan percaya diri bagi mereka, agar mereka tumbuh kembang dengan baik.” ucap seorang pengunjung CFD yang menerima flyer hati.

“Ada anak yang lahir di penjara?” tanya salah satu pengunjung CFD dengan nada terkejut saat mengetahui bahwa ada anak-anak yang mengawali hidupnya di dalam penjara.

Melalui momentum Hari Anak Nasional, Yayasan Rumah Lam Horas mengajak seluruh masyarakat, pemerintah, lembaga pemasyarakatan, akademisi, media, organisasi masyarakat sipil, serta pemangku kepentingan untuk bersama-sama memastikan bahwa tidak ada anak yang kehilangan masa depannya hanya karena keadaan yang tidak pernah mereka pilih.

Link Youtube video dokumentasi : https://youtu.be/bCUb28nNT-U

Narahubung
Untuk informasi lebih lanjut dan permintaan wawancara dapat menghubungi:
Lamtiar Simorangkir (082122791242)
Melan (0818865828)
Email : lam.horas.production@gmail.com
Instagram : @lamhorasfilm
Facebook : Lam Horas Production

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *