Bincang Malam Di Trotoar Jalan Juanda Raya

Wartaindo.id Jakarta Laju kendaraan yang melintas di jalan Juanda Raya Jakarta Pusat, Rabu 10/7/2024 cukup padat seperti hari-hari biasanya. Tiupan angin malam itu cukup kencang ditingkahi deru suara kendaraan terkadang diselingi musik serak para pengamen jalanan yang mengais rejeki di pengabnya ibukota Jakarta yang konon akan segera  pindah ke Kalimantan Timur.

Di tengah suasana malam  di sudut tempat di sebuah meja para penikmat GG Steak, made in Mas Eko Galgendu yang mengaku dapat pewahyuan agar kembali berusaha atau bisnis untuk membekali dalam pergerakan spiritual ke depan. Di mana tentang pergerakan spiritual tersebut selama ini sudah dlakukannya oleh Mas Eko melalui Forum Negarawan dan forum lintas tokoh agama.

“Hati-hati dengan program makan gratisnya Prabowo-Gibran saat kampanye Presiden yang lalu, karena menurut kacamata spiritual, saya melihat program ini untuk mengantisipasi akan terjadi kembali resesi ekonomi”, ujar Eko mewanti-wanti.

Berangkat dari kondisi ekonomi yang ditengarai makin tak menentu inilah, Eko yang juga ketua umum GMRI ini memutuskan untuk berbisnis dengan membuka gerai makan dengan nama GG Steak yang menggelar usaha di pinggiran jalan Juanda memakai Food Truck. Di mana sebelumnya sudah dipakai usaha rumah makan dengan menyajikan berbagai menu seperti soto gubeng, sate ayam, sate kambing, tongseng, ayam geprek dan  menu baru sate buntel bahan dari daging kambing di campur dengan rempah nusantara.

Menarik sembari menikmati makan malam di sudut meja tempat GG Steak seru dalam perbincangan antara Bang Herman, Bung Junyor Pimpred Majalah GAHARU, Mas Eko, saya sendiri dan ada seorang bapak yang nyentrik berasal dari Jombang dengan asesoris batu akik dan kalung dan bandulnya.

Perbincangan mulai dari politik, hukum dan kondisi ekonomi mendominasi percakapan malam itu. Bagaimana pemerintahan pasca Jokowi apakah Prabowo sebagai presiden terpilih akan mempertahankan timnya Jokowi atau akan ada perombakan besar-besaran, mengingat setiap pemimpin akan memilih tim yang dari kalangan dekat dengan dirinya.

Pridiksi dari Mas Eko bahwa hanya sedikit tim dari Pak Jokowi yang akan masuk ke Parabowo justru yang akan mendominasi ke depan dari kelompok TNI, hal ini didasari dengan latar belakang dan kedekatan Prabowo dengan TNI.

Artinya setiap pemimpin punya gaya dan kebebasan membentuk tim yang dianggapnya mampu membantu kinerjanya. Lalu, terkait dengan IKN sendiri Bang Herman melihat ini tidak akan dilanjutkan oleh Prabowo mengingat investor yang pernah dijanjikan Jokowi hingga sekarang belum terwujud.

“Jokowi sendiri menyatakan mundur di mana rencananya bulan Juli presiden akan berkantor di IKN,  tandanya IKN belum siap. Karena ramai dalam pemberitaan kalau di IKN air bersih menjadi masalah dan masih banyak lagi persoalan infrastruktur jalan, listrik dan sebagainya. Makanya saya duga IKN tidak dilanjutkan oleh Prabowo”, tandas Herman yakin.

Pandangan Bang Herman ini seketika di sanggah oleh Junyor bahwa IKN akan terwujud, pertama kedekatan Prabowo dengan Jokowi sendiri yang mengklaim pemerintahan Prabowo kelanjutan Jokowi dan yang pasti perpindahan ibukota ini sudah diundangkan oleh DPR RI, artinya sudah diputuskan, sergah Junyor seru.

Selain percakapan tentang ibukota tak ketinggalan dengan Pemilihan kepada darah (PILKADA), bagaimana dalam helatan Pilkada serentak ini bisa sukses di saat pemerintahan baru dilantik. Apakah peran Jokowi masih dominan saat berlangsungnya PILKADA ini atau sudah tidak berpengaruh.

Bicara Presiden Jokowi, Eko Galgendu yang sejak dari Solo menjadi teman dekatnya, mengatakan pasca meninggalnya ibunya, Pak Jokowi kehilangan orang yang sangat berperan dalam hidupnya bahkan kehilangan orang yang selama ini memagarinya dengan nasihat bijaknya. Hal itu terasa bagaimana pemerintahan Jokowi saat-saat terakhir banyak terjadi masalah.

Masih banyak lagi yang diceritakan Mas Eko tentang Jokowi bagaimana saat masih jadi walikota hingga berjuang menjadi presiden RI.

“Saya pernah katakan kepada Pak Jokowi, kalau pemerintahan bapak bisa berjalan sukses tanpa saya mendampingi berarti memang tidak ada keterikatan bapak dengan saya, namun kalau ternyata kalau pemerintahan Pak Jokowi tidak sukses dan tanpa saya berarti ada kaitan. Karena itulah yang disampaikan Pak Jokowi sebelum menjadi presiden antara saya dengan Pak Jokowi ketika itu”, tukas Eko serius.

Perbincangan semakim malam semakin seru, sekalipun kadang terhenti karena beberapa peminta-minta yang dengan khasnya selalau mengatakan bantu saya untuk tambah makan ini pak dan sebagainya. Itulah khas peminta-minta untuk menarik empati orang yang dimintanya.

Kembali ke Mas Eko banyak menjelaskan bagaimana bangsa ini sudah salah arah dengan salah memahami arti reformasi, konstitusi dan demokrasi. Karena menurut mas Eko tokoh spiritual nusantara ini, bahwa arti dari semua kata tersebut sudah salah kaprah. Padahal jika ditelesik lebih dalam maknanya dan jika itu dipahami serta dilakukan akan membuat bangsa ini besar dan sejahtera.

Perbincangan masih seru  tak terasa waktupun menunjukkan pukul 23.00 WIB, tanpa mengurangi keseruan berbicara tentang kondisi bangsa di pinggir trotoar Juanda Jakarta Pusat akhinya kami bersepakat berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing dengan harapan pemerintah ke depan akan lebih baik, terencana dan tegas dalam memberantas korupsi.

Meminjam istilahnya Prof. Suhandi Tjahaja yang kebetulan kami baru bertemu di kantor hukumnya di bilangan Gajah Mada Jakarta Pusat. Di mana Prof Suhandi baru saja menjadi saksi ahli dalam kasus praperadilan Pegi kasus kematian Vina yang viral itu, Prof Suhandi mengatakan siapapun presidennya akan sulit membenahi kondisi hukum kita. Lantaran kondisi hukum kita layaknya benang kusut yang ruwet darimana mau memulai membenahinya.

Kecuali ada keberanian dari KemenkumHAM meneggakan hukum dengan memberantas koruptor dengan cara kalau ada hakim yang memutuskan aneh terhadap perkara korupsi harus diperiksa hakimnya.

Catatan malam ditulis  oleh Yusuf wartawan majalah GAHARU

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *