Dr. Harmoni Ezra Beri Penguatan Kapasitas PEWARNA Indonesia Karakter Lebih Tinggi dari Sekadar Kemenarikan Berita

Wartaindo Jakarta Di tengah banjir informasi, kecanggihan teknologi, dan persaingan merebut perhatian publik yang kerap dijadikan komoditas, PEWARNA Indonesia memberikan peringatan tegas: kemampuan dan keahlian teknis saja tidak cukup jika tidak ditopang karakter yang kuat dan integritas yang tak tergoyahkan.

Pesan mendalam itu disampaikan dalam Seminar Character Building yang digelar di GSPDI Beleza, Permata Hijau, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026). Menghadirkan narasumber pertama Dr. Harmoni Ezra, kegiatan ini mengajak para jurnalis untuk menengok ke dalam diri sendiri: mengenali talenta, memahami keunikan, namun yang terpenting — memastikan semua kemampuan itu dikelola dengan hati yang benar.

“Talenta membuat kita mampu melakukan sesuatu. Tetapi karakter dan integritaslah yang menentukan untuk apa dan bagaimana kemampuan tersebut dipergunakan,” ujar Ezra.

Dr. Harmoni Ezra mengingatkan bahwa, “Di era digital saat ini, perhatian publik kerap dianggap sebagai mata uang. Banyak berita dibuat sensasional hanya demi klik dan perhatian, padahal kebenaran dikorbankan. Di sinilah letak bahayanya: jika jurnalisme hanya mengejar perhatian tanpa memegang teguh kebenaran, maka profesi ini kehilangan jiwanya,” tegasnya.

Peserta diajak memahami bahwa integritas berarti keselarasan sempurna antara apa yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan. Seorang jurnalis tidak boleh menyampaikan sesuatu yang berbeda dari apa yang ia yakini benar. Di tengah tantangan berita palsu, manipulasi konten, dan tekanan kepentingan, integritas menjadi benteng terakhir yang memisahkan jurnalisme yang membangun dari sekadar informasi yang menyesatkan.

Kegiatan ini juga menekankan bahwa setiap orang diciptakan unik dengan talenta yang berbeda-beda. Perbedaan itu bukan sumber perpecahan, melainkan kekuatan jika dikelola dengan baik. Namun, talenta yang hebat tanpa karakter yang benar justru dapat menjadi bumerang yang merusak kepercayaan masyarakat.

Pada akhirnya, PEWARNA Indonesia menegaskan komitmennya: membentuk jurnalis yang tidak hanya cakap menulis, tetapi utuh karakternya — agar setiap karya yang lahir bukan sekadar dibaca, melainkan juga dipercaya dan membawa berkat bagi seluruh bangsa.

Reporter: Johan Sopaheluwakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *